MAKASSAR — Sebanyak 51 siswa kelas XI jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) SMKN 1 Bone mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (21/10/2026). Kunjungan edukasi ini bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan peserta didik melalui pengenalan layanan perpustakaan dan pembelajaran sains secara interaktif.
Rombongan diterima pustakawan yang bertugas di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Layanan, Megawati, menjelaskan proses pengolahan buku serta cara menemukan koleksi berdasarkan sistem klasifikasi. Pengenalan ini memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengelolaan bahan pustaka dan kemudahan penelusuran informasi sesuai kebutuhan.
Kepala UPT SMKN 1 Bone, H. Syamsuddin, menyampaikan bahwa kunjungan edukasi tersebut merupakan upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada berbagai koleksi dan layanan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi untuk menunjang pembelajaran.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, memandu demonstrasi sains berupa Gaya Sentripetal dan Semburan Naga. Setiap demonstrasi disertai penjelasan mengenai fenomena dan konsep ilmiah yang mendasarinya sehingga peserta dapat memahami sains melalui pengamatan langsung.
Antusiasme siswa terlihat ketika beberapa peserta mendapat kesempatan mencoba kembali percobaan yang telah diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, mereka melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan mengenali hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Keterlibatan langsung ini mendorong siswa untuk berani mencoba, bertanya, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.
Kegiatan berlanjut dengan pengenalan alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, siswa berkesempatan mengeksplorasi prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk yang lebih konkret. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa konsep sains dapat dipelajari melalui interaksi, pengamatan, dan praktik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pengalaman belajar di PP-IPTEK juga memperkenalkan siswa pada pendekatan pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif peserta. Melalui demonstrasi dan percobaan, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengamati proses, memahami sebab dan akibat, serta menghubungkan penjelasan ilmiah dengan hasil yang mereka saksikan. Pendekatan ini menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan minat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bagi siswa jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, kunjungan ini turut memperluas wawasan mengenai pentingnya akses informasi dan layanan kepada masyarakat. Pengenalan pengelolaan koleksi perpustakaan serta pengalaman mengeksplorasi alat peraga sains memberikan gambaran tentang beragam bentuk layanan edukasi yang membutuhkan pengelolaan informasi, komunikasi, dan pelayanan yang baik.
Melalui kunjungan ini, siswa memperoleh pengalaman belajar yang memadukan literasi informasi dan eksplorasi sains. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk membaca dan menemukan sumber pengetahuan, tetapi juga menyediakan ruang pembelajaran edukatif yang mendorong peserta didik memperluas wawasan melalui pengalaman langsung.





















