Kepala UPT Perpustakaan, Kaharullah, SE., MM., mengikuti agenda Temu Pendamping Science Center (SC) Tahap I Tahun 2026 bertajuk “Agenda Pendampingan SC Tahun 2026” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (04/03/2026).
Kaharullah mengikuti kegiatan tersebut didampingi Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin selaku Kepala Seksi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan (PP-IPTEK) bersama pengelola layanan PP-IPTEK di ruang layanan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Keaqrsipan Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Asep Riswoko. Sebanyak 26 pengelola Science Center dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam forum koordinasi tersebut.
Dalam agenda pertemuan, dibahas rencana pendampingan Science Center sepanjang tahun 2026 yang mencakup monitoring dan evaluasi program, serta pelaksanaan temu pengelola SC berikutnya, baik secara daring maupun luring. Pendampingan ini diharapkan mampu memperkuat peran Science Center sebagai pusat literasi dan edukasi sains di daerah.
Pada kesempatan tersebut, Kaharullah menyampaikan pentingnya perhatian BRIN terhadap pengembangan Science Center di daerah. Ia menekankan perlunya dukungan berupa penambahan alat peraga serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola SC, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran saat ini.
“Kami berharap ada penguatan fasilitas dan peningkatan kompetensi pengelola agar layanan edukasi sains kepada masyarakat tetap optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Herviana Hapsari selaku Wakil Ketua Tim sekaligus pendamping Puspa Peraga IPTEK Sulawesi Selatan mendapat tugas untuk menampung berbagai keluhan dan kendala dari pengelola Science Center. Beragam masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi guna merumuskan solusi yang tepat dan berkelanjutan.
Selain itu, forum ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik antar pengelola Science Center dalam mengembangkan program edukasi yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Pertukaran pengalaman tersebut dinilai penting guna memperkaya strategi pengelolaan serta meningkatkan daya tarik layanan Science Center di masing-masing daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara BRIN dan pengelola Science Center di daerah semakin kuat, sehingga peran pusat peraga ilmu pengetahuan sebagai sarana pembelajaran interaktif dan peningkatan literasi sains masyarakat dapat terus berkembang secara berkesinambungan serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah.(***)