Rabu, 30 September 2026

Study Tour, 51 Siswa Darul Marhamah Kenal Literasi dan Sains di Layanan Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Sebanyak 51 siswa SMP Islam Terpadu Darul Marhamah Al-Qur’an Boarding School Makassar bersama sembilan guru pendamping melakukan kunjungan ke Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (30/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan study tour sekaligus pembelajaran di luar lingkungan sekolah untuk mengenal berbagai layanan perpustakaan dan fasilitas edukatif yang tersedia.

Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu selaku Plt. Kepala Bidang Perpustakaan di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat serta memberikan gambaran mengenai perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyediakan sumber informasi dan mendukung pengembangan pengetahuan.

Kepala SMP Islam Terpadu Darul Marhamah Al-Qur’an Boarding School Makassar, Abdullah, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan study tour tersebut merupakan bagian dari program Takhassus. Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan Sarah Suleman, S.H., sebagai ketua penyelenggara.

Selama berada di Layanan Perpustakaan Umum, para siswa mengikuti kegiatan literasi dengan membaca koleksi yang tersedia. Mereka juga mengerjakan resensi buku sebagai bagian dari tugas pembelajaran. Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan informasi dari pustakawan mengenai pengelolaan koleksi yang disusun berdasarkan sistem klasifikasi untuk memudahkan pemustaka menemukan bahan bacaan sesuai kebutuhan.

Setelah kegiatan literasi, para siswa melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan diawali dengan demonstrasi sains yang dipandu langsung Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin.

Para siswa mengikuti demonstrasi Semburan Naga dan Antigravitasi sambil menyimak penjelasan mengenai fenomena dan konsep sains yang ditampilkan. Demonstrasi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat secara langsung penerapan konsep sains melalui percobaan yang sederhana dan interaktif.

Setelah menyaksikan demonstrasi, beberapa siswa diberi kesempatan untuk memperagakan kembali percobaan yang telah dicontohkan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa mencoba melakukan demonstrasi secara langsung. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk berani tampil, mencoba, serta memahami konsep melalui praktik.

Setelah demonstrasi sains, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai alat peraga interaktif yang tersedia di PP-IPTEK, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, siswa dapat mengenal berbagai konsep ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pengalaman yang lebih konkret dan interaktif.


Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang memadukan literasi dan sains. Siswa tidak hanya membaca buku dan menyusun resensi, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenal pengelolaan koleksi perpustakaan, mengamati demonstrasi sains, serta mencoba berbagai alat peraga interaktif secara langsung.

Kunjungan study tour ini sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, memperoleh informasi, dan mendapatkan pengalaman pembelajaran di luar lingkungan sekolah. (*)

Selasa, 29 September 2026

Dari Cerita hingga Sains, 22 Murid TK Tunas Kasih Belajar di Layanan Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Sebanyak 22 murid TK Tunas Kasih Makassar bersama lima guru pendamping dan 22 orang tua mengikuti kunjungan edukasi ke Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran luar ruang untuk memperkenalkan perpustakaan sekaligus menumbuhkan minat baca dan pengalaman belajar anak sejak usia dini.

Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu selaku Plt. Kepala Bidang Perpustakaan di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Hj. Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat serta memberikan gambaran mengenai perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyediakan sumber informasi dan mendukung pengembangan pengetahuan.


Agustina Nanere menyampaikan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran outdoor yang dirancang agar anak-anak memperoleh pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah. Melalui kunjungan ke perpustakaan, anak-anak diperkenalkan dengan buku, kegiatan membaca, serta suasana belajar yang menyenangkan.

Selama berada di layanan perpustakaan, para murid mengikuti kegiatan read aloud bersama Kak Rina melalui cerita bertema “4 Kata Ajaib”. Anak-anak menyimak cerita, kemudian diajak menebak gambar menggunakan flashcard dan bernyanyi bersama.

Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif untuk membuat anak-anak lebih aktif mengikuti proses pembelajaran. Cerita, gambar, dan lagu menjadi media yang digunakan untuk membangun ketertarikan anak terhadap aktivitas literasi sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan.


Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Para murid diterima Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Di layanan tersebut, mereka menyaksikan demonstrasi sains bertajuk “Tornado dalam Botol” dan “Listrik Statis”. Demonstrasi tersebut memancing rasa ingin tahu anak-anak terhadap berbagai fenomena sains. Mereka tidak hanya menyaksikan percobaan, tetapi juga mendapatkan penjelasan sederhana mengenai fenomena yang diperagakan.


Antusiasme murid semakin terlihat ketika mereka diperkenalkan dengan sejumlah alat peraga interaktif, antara lain Harpa Tanpa Dawai, Tebak Tanggal Lahir, Energi dan Daya, Bola Listrik, Katrol, hingga Gyro Extreme. Gyro Extreme menjadi salah satu alat peraga yang menarik perhatian peserta. Wahana tersebut memberikan pengalaman bergerak sekaligus memperkenalkan prinsip giroskop, yakni kemampuan benda yang berputar untuk mempertahankan orientasinya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para murid memperoleh pengalaman belajar yang memadukan literasi dan sains. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan buku dan layanan perpustakaan, tetapi juga diajak belajar melalui cerita, permainan, lagu, demonstrasi, dan alat peraga interaktif.


Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan dapat menjadi ruang belajar yang terbuka dan menyenangkan bagi anak-anak. Pengenalan perpustakaan dan ilmu pengetahuan sejak usia dini diharapkan dapat membangun rasa ingin tahu sekaligus memperkaya pengalaman belajar anak di luar lingkungan sekolah. (*)

BRIN Dorong Pengembangan Science Center, Kunjungi Layanan PP-IPTEK Sulsel


MAKASSAR — Direktorat Kemitraan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kunjungan kerja ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (29/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pendampingan pengembangan kawasan science center di Indonesia.

Tim BRIN yang terdiri atas Herviana Hapsari dan Maretin Dwikurnia Septiani diterima Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Sri Wahyuni Djamaluddin. Pertemuan tersebut menjadi ruang audiensi untuk membahas perkembangan pengelolaan dan layanan PP-IPTEK Sulsel, termasuk pemanfaatan alat peraga sebagai sarana edukasi sains bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, tim pendamping juga berkesempatan melihat secara langsung aktivitas layanan PP-IPTEK yang sedang menerima kunjungan murid TK Tunas Kasih Makassar. Kehadiran rombongan BRIN menjadi kesempatan untuk melihat interaksi peserta didik dengan layanan edukasi sains yang disediakan PP-IPTEK. Tim BRIN juga menyempatkan diri berfoto bersama pengelola dan peserta kunjungan sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan.


Tim pendamping selanjutnya mendengarkan berbagai masukan dari pengelola terkait pengembangan layanan PP-IPTEK. Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi kontribusi strategis dalam memperkuat pengelolaan pusat peraga serta pengembangan kawasan science center di daerah.

Sri Wahyuni Djamaluddin menjelaskan, pemanfaatan alat peraga IPTEK di PP-IPTEK Sulsel tidak hanya dilakukan melalui aktivitas pengunjung secara langsung, tetapi juga diperkuat dengan kegiatan demo sains. Sebagian besar pengunjung berasal dari sekolah sehingga keberadaan alat peraga interaktif menjadi bagian penting dalam mengenalkan konsep sains dan teknologi dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan peserta didik tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga melihat dan mencoba langsung berbagai fenomena sains melalui alat peraga yang tersedia. Pola pembelajaran interaktif ini menjadi salah satu upaya PP-IPTEK Sulsel mendekatkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Perluasan akses layanan juga dilakukan melalui pemanfaatan platform digital. PP-IPTEK Sulsel mengembangkan website resmi www.peragaiptekdpksulsel.org dan akun Instagram @sulselsciencecenter untuk memperkenalkan layanan kepada masyarakat secara lebih luas.

Platform tersebut memuat informasi mengenai alat peraga, kegiatan demo sains, dokumentasi kunjungan, serta informasi dan koleksi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kehadiran kanal digital tersebut sekaligus menjadi sarana dokumentasi dan diseminasi kegiatan PP-IPTEK kepada masyarakat di luar pengunjung yang datang secara langsung.


Selain mengembangkan layanan secara langsung dan digital, PP-IPTEK Sulsel juga berpartisipasi dalam Science Film Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober hingga 14 November 2026. Festival internasional tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperluas edukasi dan literasi sains melalui media film sekaligus memperkenalkan isu-isu ilmiah yang kontekstual kepada masyarakat.

Herviana Hapsari mengapresiasi perkembangan dan kreativitas pengelola PP-IPTEK Sulsel dalam mengembangkan layanan. Menurutnya, keberlanjutan pengelolaan alat peraga sejak hibah pada 2018 menunjukkan adanya upaya pengelola dalam mempertahankan dan memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai sarana edukasi.

“Layanan ini berkembang sangat baik. Kreativitas pengelola tidak hanya terlihat dari keberhasilan memelihara alat peraga sejak hibah tahun 2018, tetapi juga dari inisiatif memperluas jangkauan layanan melalui teknologi digital dan berbagai bentuk kolaborasi. Ini adalah praktik baik yang layak direplikasi di daerah lain,” ujar Herviana.

Ia mengatakan, komunikasi dan dukungan dari pemerintah pusat akan terus dilanjutkan untuk memperkuat eksistensi dan peran pusat peraga IPTEK di daerah. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan science center sekaligus mendorong peningkatan literasi sains dan inovasi di tengah masyarakat. (*)

Minggu, 27 September 2026

Workshop BI Corner Dorong Transformasi Layanan di Era Digital


MAKASSAR — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (KPw BI Sulsel) mendorong pengelola BI Corner di berbagai satuan pendidikan dan lembaga perpustakaan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan generasi digital.

Dorongan tersebut diwujudkan melalui Workshop Pengelolaan Perpustakaan BI Corner bertema “Transformasi Layanan dan Penguatan Digital” yang berlangsung di Hotel The Rinra Makassar, 25–26 September 2026. Kegiatan ini diikuti pengelola BI Corner wilayah Sulawesi Selatan.

Kegiatan dibuka oleh Aura Pandu Wirawan, selaku Kepala Divisi Bank Indonesia. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa layanan Perpustakaan Lontara BI Corner tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi perlu terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.


Transformasi layanan menjadi bagian penting dalam pengelolaan perpustakaan di tengah perubahan pola akses informasi. Pengelola BI Corner dituntut tidak hanya mengelola koleksi, tetapi juga mampu mengembangkan layanan yang memanfaatkan teknologi digital dan menjangkau pemustaka melalui berbagai kanal informasi.

Workshop menghadirkan sejumlah materi yang berkaitan dengan pengelolaan perpustakaan modern. Pada hari pertama, peserta mengikuti materi “Layanan Perpustakaan Berbasis AI” dan “Manajemen dan Tata Kelola Perpustakaan Modern” yang disampaikan pemateri dari Perpustakaan Nasional. Materi kemudian diperkuat melalui role play untuk memberikan pengalaman praktik kepada peserta.

Pada hari kedua, materi berlanjut dengan “Promosi dan Branding Perpustakaan” serta “Kreasi Konten Perpustakaan” yang disampaikan content creator lokal. Peserta kemudian melakukan praktik kelompok membuat konten promosi dan branding perpustakaan untuk media sosial, dilanjutkan dengan presentasi hasil kelompok.

Peserta workshop berasal dari beragam pengelola BI Corner di Sulawesi Selatan, mulai dari perpustakaan umum, perguruan tinggi, SMA dan SMK, hingga pondok pesantren dan PAUD. Keragaman peserta tersebut memperlihatkan luasnya keberadaan layanan BI Corner dalam mendukung kegiatan literasi dan akses informasi di berbagai lingkungan pendidikan dan masyarakat.


Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut melalui pengelola Perpustakaan Lontara BI Corner, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu dan Desy Selviana. Keikutsertaan keduanya menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan Perpustakaan Lontara BI Corner, khususnya dalam pengembangan layanan berbasis teknologi, tata kelola perpustakaan, promosi, serta pemanfaatan media sosial.

Perubahan teknologi membuat perpustakaan tidak lagi cukup hanya menyediakan ruang dan koleksi untuk membaca. Kemampuan menghadirkan layanan digital, mengelola informasi, membangun identitas perpustakaan, dan menyajikan konten yang relevan menjadi bagian dari kebutuhan pengelolaan perpustakaan saat ini.


Melalui workshop tersebut, pengelola BI Corner mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan layanan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan pemustaka di era digital. (*)

Jumat, 25 September 2026

TK Kartika XX-13 Kenalkan Layanan Perpustakaan dan Sains Sejak Dini


MAKASSAR — Sebanyak 31 murid TK Kartika XX-13 Cabang Kompi Bantuan bersama empat guru pendamping berkunjung ke Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). Kunjungan edukasi tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal perpustakaan sejak dini sekaligus mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran yang menyenangkan.

Kepala TK Kartika XX-13 Cabang Kompi Bantuan, Nurbah Ali, S.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan perpustakaan kepada anak sejak usia dini sebagai ruang belajar yang menyediakan berbagai sumber informasi dan pengalaman edukatif.

Selama berada di perpustakaan, para murid mengikuti sejumlah kegiatan, mulai dari mendengarkan dongeng, membaca buku, mengikuti ice breaking dan kegiatan read aloud, hingga berkeliling mengenal berbagai layanan dan fasilitas perpustakaan. Kegiatan dirancang agar anak-anak dapat belajar sekaligus bermain dalam suasana yang menyenangkan.

Dalam kegiatan read aloud, murid bersama Kak Rina menyimak cerita bertema “4 Kata Ajaib”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas literasi yang dikemas secara interaktif sehingga anak-anak dapat mengikuti cerita dengan lebih antusias.

Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Para murid diterima langsung Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Di layanan tersebut, anak-anak menyaksikan demonstrasi sains bertajuk “Balon Anti Pecah” dan “Listrik Statis” yang memancing rasa ingin tahu mereka terhadap berbagai fenomena sains.


Antusiasme murid semakin terlihat ketika mereka mendapat kesempatan mengenal dan mencoba berbagai alat peraga interaktif. Beberapa di antaranya Harpa Tanpa Dawai, Tebak Tanggal Lahir, Energi dan Daya, Bola Listrik, Katrol, hingga Gyro Extreme.

Gyro Extreme menjadi salah satu alat peraga yang paling menarik perhatian peserta. Wahana tersebut memberikan pengalaman bergerak yang menyerupai sensasi latihan astronot sekaligus memperkenalkan prinsip giroskop pada benda yang berputar dalam mempertahankan orientasinya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para murid tidak hanya diperkenalkan dengan buku dan layanan perpustakaan, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar melalui cerita, permainan, demonstrasi, serta alat peraga interaktif. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa perpustakaan dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak sejak usia dini. (*)

Study Tour, 30 Siswa SDN Kompleks IKIP Kenal Literasi dan Sains di Layanan Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Sebanyak 30 siswa SDN Kompleks IKIP Kota Makassar bersama dua guru pendamping mengikuti kegiatan study tour di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal berbagai layanan perpustakaan sekaligus mengikuti kegiatan edukatif di Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK).

Kepala SDN Kompleks IKIP Kota Makassar, Sarinikmah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar lingkungan sekolah sekaligus mengenal perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyediakan berbagai sumber informasi dan pengalaman edukatif.

Kegiatan diawali dengan aktivitas literasi di Layanan Perpustakaan Umum. Para siswa memilih dan membaca koleksi buku yang tersedia dengan didampingi pustakawan. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal koleksi perpustakaan sekaligus memanfaatkan buku sebagai salah satu sumber pengetahuan.


Setelah kegiatan membaca, para siswa melanjutkan aktivitas ke Layanan PP-IPTEK. Kegiatan diawali dengan demonstrasi sains yang dipandu langsung Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Para siswa mengikuti demonstrasi Semburan Naga dan Antigravitasi sambil menyimak penjelasan mengenai fenomena dan konsep sains yang ditampilkan.

Setelah menyaksikan demonstrasi, beberapa siswa diberi kesempatan untuk memperagakan kembali percobaan sains yang telah dicontohkan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa mencoba melakukan demonstrasi secara langsung. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk berani tampil, mencoba, dan memahami konsep melalui praktik.


Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mendapat kesempatan memperagakan demonstrasi di depan teman-temannya. Pembelajaran menjadi lebih interaktif karena siswa tidak hanya melihat dan mendengarkan penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam percobaan.

Setelah demonstrasi sains, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai alat peraga interaktif yang tersedia di PP-IPTEK, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, siswa dapat mengenal berbagai konsep ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pengalaman yang lebih konkret dan interaktif.


Kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar yang memadukan kegiatan literasi dan pengenalan sains. Siswa tidak hanya memanfaatkan koleksi buku di perpustakaan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengamati, mencoba, dan mengenal konsep ilmu pengetahuan melalui demonstrasi serta alat peraga interaktif di PP-IPTEK. (*)

Rabu, 23 September 2026

Kunjungan Ketiga SD Islam Ar-Raffi, Siswa Ikuti Demo Sains dan Kenali Alat Peraga Interaktif

MAKASSAR — Kegiatan Outing Class Kecil SD Islam Ar-Raffi kembali berlanjut di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (23/9/2026). Pada kunjungan ketiga ini, para siswa didampingi Ustazah Salsa dan Ustazah Firda mengikuti pembelajaran di luar kelas dengan mengenal berbagai layanan perpustakaan serta fasilitas edukatif di Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Outing Class Kecil SD Islam Ar-Raffi yang dilaksanakan selama tiga hari. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar lingkungan sekolah sekaligus mengenal perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyediakan berbagai sumber informasi dan pengalaman edukatif.


Kegiatan diawali dengan aktivitas literasi di Layanan Perpustakaan Umum. Para siswa memilih dan membaca koleksi buku yang tersedia dengan didampingi pustakawan. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal koleksi perpustakaan sekaligus memanfaatkan buku sebagai salah satu sumber pengetahuan.

Setelah kegiatan membaca, siswa melanjutkan aktivitas ke Layanan PP-IPTEK. Kegiatan diawali dengan demonstrasi sains yang dipandu langsung oleh Kasi Layanan PP-IPTEK Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Para siswa mengikuti demonstrasi Antigravitasi dan Air Tidak Tumpah dengan menyimak penjelasan mengenai fenomena dan konsep sains yang ditampilkan.


Setelah menyaksikan demonstrasi, beberapa siswa diberi kesempatan untuk memperagakan kembali percobaan sains yang telah dicontohkan. Dengan pendampingan pengelola, siswa mencoba melakukan demonstrasi secara langsung. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk berani tampil, mencoba, dan memahami konsep melalui praktik.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mendapat kesempatan untuk memperagakan demonstrasi di depan teman-temannya. Pengalaman tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif karena siswa tidak hanya melihat dan mendengarkan penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam percobaan.

Setelah demonstrasi sains, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai alat peraga interaktif yang tersedia di PP-IPTEK. Pengelola memperkenalkan sejumlah alat peraga, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir.

Sambil mendengarkan penjelasan mengenai fungsi, cara kerja, dan konsep dari masing-masing alat peraga, siswa mengerjakan lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru pendamping. Informasi yang diperoleh selama pengenalan alat peraga dicatat siswa pada lembar kerja sesuai dengan tugas yang diberikan.

Kegiatan tersebut membuat siswa tidak hanya mengamati alat peraga, tetapi juga aktif menyimak, mencatat, dan mengolah informasi yang mereka peroleh. Lembar kerja menjadi bagian dari aktivitas pembelajaran untuk membantu siswa memahami kembali materi yang disampaikan selama pengenalan alat peraga.

Rangkaian kegiatan di PP-IPTEK memberikan pengalaman belajar yang memadukan pengamatan, praktik, penjelasan, dan aktivitas mencatat. Siswa dapat melihat bagaimana konsep sains diterapkan melalui demonstrasi sekaligus mencoba memperagakannya secara langsung.


egiatan Outing Class Kecil SD Islam Ar-Raffi selama tiga hari menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar yang menghadirkan pengalaman literasi dan sains secara langsung. (*)