Sebanyak 65 siswa kelas II SDIT Cobig Makassar didampingi tiga guru dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar mengunjungi Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). Kunjungan dalam rangka outing class ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas untuk memperluas wawasan siswa melalui pengenalan layanan perpustakaan, pemanfaatan ruang baca, dan eksplorasi sains secara interaktif.
Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus menjelaskan peran perpustakaan sebagai ruang belajar, sumber informasi, dan sarana pengembangan pengetahuan bagi peserta didik.
Kepala Sekolah SDIT Cobig Makassar, Ibnu Amar Sudino, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dilaksanakan dalam empat gelombang, mulai Rabu (28/10/2026) hingga Selasa (3/11/2026). Gelombang pertama diikuti 65 siswa, gelombang kedua 73 siswa, gelombang ketiga 72 siswa, dan gelombang keempat 76 siswa. Dengan demikian, seluruh rangkaian kunjungan melibatkan 286 siswa.
Setelah mengikuti kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, dan diawali dengan pemutaran film sains Ayo Kita Rawat Bumi Kita. Film tersebut mengajak siswa mengenal pentingnya menjaga kelestarian bumi melalui tayangan audio-visual yang menarik dan mudah dipahami.
Pemutaran film tersebut merupakan bagian dari rangkaian Science Film Festival (SFF) 2026 yang tahun ini mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia ini melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yaitu Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. Keterlibatan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu penyelenggara menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran sains bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Pengalaman belajar dilanjutkan melalui demonstrasi sains yang meliputi Air Ajaib, Klip Terapung, Perubahan Warna Air dan Semburan Api Naga. Dalam setiap demonstrasi, Sri Wahyuni menjelaskan fenomena yang terjadi beserta konsep ilmiah yang mendasarinya. Melalui pengamatan langsung, siswa diajak mengenali prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari melalui percobaan sederhana.
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka diberi kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen yang diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan mengenali hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Keterlibatan aktif tersebut mendorong keberanian untuk mencoba, mengajukan pertanyaan, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.
Rombongan juga diperkenalkan dengan sejumlah alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat-alat tersebut, siswa memperoleh pengalaman mengeksplorasi konsep ilmu pengetahuan dan teknologi secara konkret. Pembelajaran berlangsung melalui kombinasi penjelasan, pengamatan, dan praktik langsung sehingga sains terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kunjungan ini memperlihatkan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang pembelajaran yang memadukan literasi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pemanfaatan ruang baca, pemutaran film sains, demonstrasi eksperimen, dan alat peraga interaktif, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan menyenangkan.
Rangkaian kunjungan ini memperlihatkan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang pembelajaran yang memadukan literasi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pemanfaatan berbagai layanan, pemutaran film sains, demonstrasi eksperimen, dan alat peraga interaktif, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan menyenangkan. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, para siswa juga beristirahat di area layanan BI Corner dan SiPeKAinge sambil menunggu jemputan. (*)































