Rabu, 04 November 2026

Outing Class SDIT Cobig Makassar, Siswa Kelas I Belajar Literasi dan Sains di Layanan Perpustakaan Sulsel

Rangkaian kegiatan outing class SDIT Cobig Makassar di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan berlanjut pada Rabu (4/11/2026). Sebanyak 71 siswa kelas I, didampingi tiga guru dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar (UNM), mengikuti kegiatan edukatif yang memadukan literasi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Para siswa diperkenalkan dengan beragam layanan perpustakaan dan pemanfaatan ruang baca sebagai sarana belajar, mencari informasi, serta memperluas wawasan di luar lingkungan sekolah.


Kegiatan di layanan umum diawali dengan sesi read aloud atau membaca nyaring bersama Kak Rina. Melalui kegiatan ini, siswa diajak menikmati cerita, menyimak bacaan, dan mengenal aktivitas membaca dengan cara yang menyenangkan. Selanjutnya, Kak Ima mengajak siswa menjelajahi berbagai layanan perpustakaan agar mereka mengenal fasilitas dan ruang yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan literasi. Para siswa juga mendapat kesempatan membaca berbagai koleksi buku yang tersedia di ruang baca.

Setelah mengenal layanan perpustakaan, rombongan melanjutkan kegiatan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, kegiatan diawali dengan pemutaran film sains “Ayo Kita Rawat Bumi Kita”. Tayangan tersebut memperkenalkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui cerita dan visual yang menarik bagi anak-anak.

Pemutaran film tersebut merupakan bagian dari rangkaian Science Film Festival (SFF) 2026 yang tahun ini mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia ini melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yaitu Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. Keterlibatan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu penyelenggara menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran sains bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

Pengalaman belajar dilanjutkan melalui demonstrasi sains yang meliputi Air Ajaib, Klip Terapung, Perubahan Warna Air, dan Semburan Api Naga. Dalam setiap demonstrasi, Sri Wahyuni menjelaskan fenomena yang terjadi beserta konsep ilmiah yang mendasarinya. Melalui pengamatan langsung, siswa diajak mengenali prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari melalui percobaan sederhana.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka diberi kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen yang diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan mengenali hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Keterlibatan aktif tersebut mendorong keberanian untuk mencoba, mengajukan pertanyaan, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.


Rombongan juga diperkenalkan dengan sejumlah alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat-alat tersebut, siswa memperoleh pengalaman mengeksplorasi konsep ilmu pengetahuan dan teknologi secara konkret. Pembelajaran berlangsung melalui kombinasi penjelasan, pengamatan, dan praktik langsung sehingga sains terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kunjungan ini memperlihatkan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang pembelajaran yang memadukan literasi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui kegiatan membaca, penjelajahan layanan, pemutaran film sains, demonstrasi eksperimen, dan penggunaan alat peraga interaktif, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan menyenangkan.


Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, para siswa beristirahat di area layanan BI Corner dan SiPeKAinge sambil menunggu jemputan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, kreativitas, serta rasa ingin tahu siswa terhadap ilmu pengetahuan sejak dini. (*)

Explore, Experiment and Innovate, Siswa SMPIT Mutiara Makassar Jelajahi Literasi dan Sains di Layanan Perpustakaan Sulsel


Sebanyak 43 siswa SMP Islam Terpadu (SMPIT) Mutiara Makassar, didampingi empat guru dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar (UNM), mengunjungi Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (4/11/2026). Kunjungan dalam rangka outing class ini mengusung tema “Explore, Experiment and Innovate” sebagai upaya memperluas wawasan siswa melalui kegiatan literasi dan pengenalan ilmu pengetahuan secara langsung.

Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus menjelaskan peran perpustakaan sebagai ruang belajar, sumber informasi, dan sarana pengembangan pengetahuan bagi peserta didik.


Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang disampaikan oleh Kak Rina. Siswa juga mendapatkan penjelasan tentang klasifikasi koleksi bahan pustaka dan cara menelusuri koleksi di layanan perpustakaan umum. Melalui pengenalan ini, peserta diajak memahami bagaimana koleksi perpustakaan dikelola dan bagaimana menemukan bahan bacaan sesuai kebutuhan informasi.

Setelah mendapatkan penjelasan, siswa diberi kesempatan untuk membaca berbagai koleksi buku yang tersedia di ruang layanan umum. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengenal beragam bahan bacaan sekaligus memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat memperoleh informasi dan menambah pengetahuan. Suasana membaca juga memberikan pengalaman langsung tentang pentingnya menjadikan aktivitas membaca sebagai bagian dari proses belajar.


Kepala SMPIT Mutiara Makassar, Muhammad Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan outing class tersebut bertujuan memperkuat wawasan siswa, khususnya di bidang literasi dan ilmu pengetahuan. Kunjungan ke perpustakaan diharapkan memberikan pengalaman belajar yang lebih luas melalui pengenalan langsung terhadap layanan dan fasilitas edukatif yang tersedia.

Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan diawali dengan pemutaran film edukasi berjudul “Robot dengan Kecerdasan Buatan (AI)” yang memperkenalkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan kepada para siswa. Pemutaran film menjadi pengantar untuk mengenal lebih jauh hubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, selanjutnya memandu demonstrasi sains berupa Gaya Sentripetal, Air Ajaib, dan Semburan Naga. Setiap demonstrasi disertai penjelasan mengenai fenomena yang terjadi serta konsep ilmiah yang mendasarinya. Melalui peragaan dan percobaan sederhana, siswa diajak memahami bahwa berbagai peristiwa di sekitar mereka dapat dijelaskan melalui prinsip-prinsip ilmu pengetahuan.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mendapat kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen yang telah diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan mengenali hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Keterlibatan langsung ini mendorong keberanian untuk mencoba, mengajukan pertanyaan, serta mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.

Rombongan juga diperkenalkan dengan sejumlah alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat-alat tersebut, siswa memperoleh pengalaman mengeksplorasi konsep ilmu pengetahuan dan teknologi secara konkret. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penjelasan, tetapi juga melalui pengamatan dan keterlibatan langsung sehingga konsep sains lebih mudah dipahami.


Kunjungan ini memperlihatkan bagaimana perpustakaan dapat menjadi ruang pembelajaran yang mengintegrasikan literasi, pemanfaatan sumber informasi, serta pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui edukasi klasifikasi dan penelusuran koleksi, kegiatan membaca, pemutaran film sains, demonstrasi eksperimen, hingga penggunaan alat peraga interaktif, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam di luar lingkungan sekolah.

Perpaduan wisata literasi dan eksplorasi sains tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, kreativitas, serta semangat belajar siswa. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dalam menghadirkan layanan edukatif yang mendukung pengembangan pengetahuan dan rasa ingin tahu generasi muda. (*)

Selasa, 03 November 2026

Dari Membaca hingga Bereksperimen, Siswa SD Kristen Oikos Belajar di Layanan Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Sebanyak 26 siswa SD Kristen Oikos Makassar, didampingi lima guru dan sejumlah orang tua, mengunjungi Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (3/11/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada anak-anak melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan.

Kedatangan rombongan disambut Kepala Seksi Layanan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu. Dalam kesempatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan berbagai layanan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, menambah wawasan, dan mengembangkan kreativitas.


Kepala SD Kristen Oikos Makassar, Gloria Imanuella Ibrahim, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Melalui kegiatan membaca dan mengenal sains secara langsung, anak-anak diharapkan semakin tertarik untuk belajar. Kebiasaan membaca juga diharapkan dapat mendukung perkembangan kecerdasan dan kreativitas mereka.

Rangkaian kegiatan lainnya berlangsung di Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan diawali dengan sesi read aloud atau membaca nyaring bersama Kak Rina bersama Kak Diah dengan tema cerita “Anggota Tubuh Manusia”. Melalui cerita tersebut, siswa diajak mengenal bagian-bagian tubuh dan memahami fungsinya. Setelah itu, siswa diberi kesempatan membaca buku dan menuliskan kembali informasi yang mereka peroleh dari bacaan.


Selain kegiatan literasi, siswa juga mengikuti pemutaran film edukasi berjudul “Ayo Kita Rawat Bumi Kita” yang dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Film tersebut mengajak anak-anak memahami pentingnya menjaga lingkungan dan merawat bumi sejak dini. Pemutaran film ini merupakan bagian dari rangkaian Science Film Festival (SFF) 2026 yang mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

SFF 2026 merupakan inisiatif Goethe-Institut Indonesia yang melibatkan peserta dari 70 kabupaten/kota. Festival ini menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yakni Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. Layanan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu penyelenggara kegiatan tersebut.

Setelah pemutaran film, siswa mengikuti demonstrasi sains yang dipandu petugas PP-IPTEK. Sejumlah percobaan diperagakan, di antaranya Listrik Statis, Klip Terapung, dan Semburan Naga. Melalui demonstrasi tersebut, siswa diajak mengamati berbagai fenomena sains sederhana sekaligus mengenal prinsip ilmu pengetahuan yang melatarbelakanginya.

Suasana semakin interaktif ketika siswa mendapat kesempatan mencoba sejumlah percobaan dengan pendampingan petugas. Mereka tampak antusias mengamati hasil percobaan, mengajukan pertanyaan, dan mencari tahu bagaimana suatu fenomena dapat terjadi. Pengalaman ini menjadi cara untuk mengenalkan konsep sains melalui pengamatan dan praktik langsung.

Siswa juga mengeksplorasi berbagai alat peraga yang tersedia di PP-IPTEK, seperti Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Beragam alat peraga tersebut memberikan pengalaman belajar yang menggabungkan unsur bermain dan pengetahuan sehingga anak-anak dapat memahami konsep sains dengan cara yang lebih mudah dan menarik.

Melalui kunjungan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan literasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar interaktif yang mendorong anak-anak mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.


Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama. Dengan mengusung tema gaya pahlawan, para siswa dan guru berpose dengan penuh semangat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kepahlawanan. Momen tersebut sekaligus menjadi kenangan kebersamaan dalam kegiatan wisata literasi dan sains di Perpustakaan Sulawesi Selatan.

Kamis, 29 Oktober 2026

SDIT Cobig Makassar Lanjutkan Outing Class, Siswa Eksplorasi Sains di PP-IPTEK di Layanan Perpustakaan Sulsel


Rangkaian kegiatan outing class SDIT Cobig Makassar di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan berlanjut pada Kamis (29/10/2026). Sebanyak 73 siswa kelas II, didampingi tiga guru dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar, mengikuti kegiatan edukatif yang memadukan literasi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Para siswa diperkenalkan dengan beragam layanan perpustakaan dan pemanfaatan ruang baca sebagai sarana belajar, mencari informasi, serta memperluas wawasan di luar lingkungan sekolah.

Kunjungan ini merupakan gelombang kedua dari empat rangkaian kunjungan SDIT Cobig Makassar yang berlangsung mulai Rabu (28/10/2026) hingga Selasa (3/11/2026). Kepala Sekolah SDIT Cobig Makassar, Ibnu Amar Sudino, sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti secara bertahap dengan jumlah peserta yang berbeda pada setiap gelombang. Secara keseluruhan, empat gelombang kunjungan melibatkan 286 siswa.

Setelah mengenal layanan perpustakaan, siswa melanjutkan kegiatan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, kegiatan diawali dengan pemutaran film sains The Magic Compost. Tayangan tersebut memperkenalkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui cerita dan visual yang menarik bagi anak-anak.

Pemutaran film ini merupakan bagian dari Science Film Festival (SFF) 2026 yang mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia tersebut melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yakni Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. Sebagai salah satu penyelenggara, PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan turut mendukung penyebarluasan pengetahuan sains melalui media film dan kegiatan edukatif.

Suasana belajar semakin interaktif ketika siswa menyaksikan demonstrasi sains berupa Air Ajaib, Klip Terapung, Perubahan Warna Air, dan Semburan Api Naga. Sri Wahyuni menjelaskan proses terjadinya setiap fenomena dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami. Demonstrasi tersebut memperlihatkan bahwa konsep ilmiah dapat dipelajari melalui percobaan langsung dan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi.

Siswa juga memperoleh kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK. Mereka mengamati hasil percobaan dan mengikuti penjelasan mengenai fenomena yang muncul. Pengalaman ini memberikan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi, berani mencoba, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan alat peraga interaktif, seperti Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, siswa dapat mengenali berbagai prinsip sains dan teknologi dengan cara yang lebih konkret. Pengalaman langsung ini menjadi pelengkap pembelajaran di kelas sekaligus menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan.

Kunjungan gelombang kedua ini menunjukkan bahwa layanan perpustakaan dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas daripada kegiatan membaca. Perpaduan pengenalan layanan, pemanfaatan ruang baca, film edukatif, demonstrasi sains, dan alat peraga interaktif membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar melalui berbagai cara.


Melalui kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong penguatan budaya literasi dan pengenalan sains sejak dini. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, para siswa beristirahat di area layanan BI Corner dan SiPeKAinge sambil menunggu jemputan. (*)

SD Runiah School Makassar Padukan Wisata Literasi dan Eksplorasi Sains di Layanan Perpustakaan Sulsel


Rangkaian outing class SD Runiah School Makassar di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan berlanjut pada Kamis (29/10/2026). Kunjungan gelombang kedua ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal layanan perpustakaan, memanfaatkan ruang baca, serta mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kegiatan yang menyenangkan dan interaktif.

Rombongan siswa kelas III didampingi guru dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar. Kedatangan mereka disambut Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam penyambutan tersebut, Feby memperkenalkan beragam layanan perpustakaan dan mendorong siswa memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat membaca, belajar, serta menambah pengetahuan.


Kegiatan literasi dilaksanakan melalui read aloud atau membaca nyaring serta pengerjaan tugas di Ruang Baca Layanan Deposit. Selain memperoleh pengalaman belajar di luar kelas, siswa dikenalkan dengan pemanfaatan bahan bacaan dan ruang perpustakaan untuk mendukung kegiatan belajar serta pencarian informasi.

Selanjutnya, rombongan mengunjungi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, dengan pemutaran film sains Ayo Kita Rawat Bumi Kita. Tayangan tersebut memperkenalkan pentingnya menjaga kelestarian bumi melalui penyampaian audio-visual yang menarik dan sesuai untuk pembelajaran anak.


Pemutaran film merupakan bagian dari Science Film Festival (SFF) 2026 yang mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia itu melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yakni Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu penyelenggara yang turut mendekatkan pembelajaran sains kepada masyarakat, khususnya pelajar.

Usai menonton film, siswa mengikuti demonstrasi sains berupa Listrik Statis, Klip Terapung, dan Semburan Naga. Sri Wahyuni menjelaskan fenomena yang muncul dan konsep ilmiah di balik setiap percobaan. Siswa juga mendapat kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen dengan pendampingan pengelola, sehingga dapat mengamati secara langsung hubungan antara proses percobaan dan hasil yang dihasilkan.


Kegiatan berlanjut dengan pengenalan alat peraga interaktif, antara lain Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat-alat tersebut, siswa diajak mengeksplorasi berbagai konsep sains dan teknologi melalui pengalaman langsung. Pendekatan ini menjadikan pembelajaran tidak hanya bertumpu pada penjelasan, tetapi juga pada pengamatan, praktik, dan rasa ingin tahu.

Kunjungan gelombang kedua ini memperlihatkan pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang belajar yang memadukan literasi dengan pengenalan sains dan teknologi. Rangkaian kegiatan membaca, mengerjakan tugas, menonton film edukatif, menyaksikan demonstrasi, hingga mencoba alat peraga memberikan pengalaman belajar yang beragam bagi siswa di luar lingkungan sekolah.


Melalui kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan terus menghadirkan layanan edukatif yang mendukung pengembangan budaya literasi dan pengenalan sains sejak dini. Pengalaman belajar di perpustakaan diharapkan dapat memperluas wawasan, menumbuhkan minat baca, serta mendorong kreativitas dan rasa ingin tahu siswa. (*)

Rabu, 28 Oktober 2026

SDIT Cobig Makassar Ajak Siswa Jelajahi Literasi dan Sains di Layanan Perpustakaan Sulsel


Sebanyak 65 siswa kelas II SDIT Cobig Makassar didampingi tiga guru dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar mengunjungi Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). Kunjungan dalam rangka outing class ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas untuk memperluas wawasan siswa melalui pengenalan layanan perpustakaan, pemanfaatan ruang baca, dan eksplorasi sains secara interaktif.

Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus menjelaskan peran perpustakaan sebagai ruang belajar, sumber informasi, dan sarana pengembangan pengetahuan bagi peserta didik.

Kepala Sekolah SDIT Cobig Makassar, Ibnu Amar Sudino, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dilaksanakan dalam empat gelombang, mulai Rabu (28/10/2026) hingga Selasa (3/11/2026). Gelombang pertama diikuti 65 siswa, gelombang kedua 73 siswa, gelombang ketiga 72 siswa, dan gelombang keempat 76 siswa. Dengan demikian, seluruh rangkaian kunjungan melibatkan 286 siswa.

Setelah mengikuti kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, dan diawali dengan pemutaran film sains Ayo Kita Rawat Bumi Kita. Film tersebut mengajak siswa mengenal pentingnya menjaga kelestarian bumi melalui tayangan audio-visual yang menarik dan mudah dipahami.

Pemutaran film tersebut merupakan bagian dari rangkaian Science Film Festival (SFF) 2026 yang tahun ini mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia ini melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yaitu Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. Keterlibatan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu penyelenggara menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran sains bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.


Pengalaman belajar dilanjutkan melalui demonstrasi sains yang meliputi Air Ajaib, Klip Terapung, Perubahan Warna Air dan Semburan Api Naga. Dalam setiap demonstrasi, Sri Wahyuni menjelaskan fenomena yang terjadi beserta konsep ilmiah yang mendasarinya. Melalui pengamatan langsung, siswa diajak mengenali prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari melalui percobaan sederhana.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka diberi kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen yang diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan mengenali hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Keterlibatan aktif tersebut mendorong keberanian untuk mencoba, mengajukan pertanyaan, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.


Rombongan juga diperkenalkan dengan sejumlah alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat-alat tersebut, siswa memperoleh pengalaman mengeksplorasi konsep ilmu pengetahuan dan teknologi secara konkret. Pembelajaran berlangsung melalui kombinasi penjelasan, pengamatan, dan praktik langsung sehingga sains terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kunjungan ini memperlihatkan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang pembelajaran yang memadukan literasi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pemanfaatan ruang baca, pemutaran film sains, demonstrasi eksperimen, dan alat peraga interaktif, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan menyenangkan.


Rangkaian kunjungan ini memperlihatkan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang pembelajaran yang memadukan literasi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pemanfaatan berbagai layanan, pemutaran film sains, demonstrasi eksperimen, dan alat peraga interaktif, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan menyenangkan. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, para siswa juga beristirahat di area layanan BI Corner dan SiPeKAinge sambil menunggu jemputan. (*)


Selasa, 27 Oktober 2026

SD Runiah School Makassar Kenalkan Literasi dan Sains Interaktif melalui Kunjungan ke Perpustakaan Sulsel


Sebanyak 27 siswa kelas III SD Runiah School Makassar didampingi empat guru mengunjungi Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026). Kunjungan dalam rangka outing class ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas untuk memperluas wawasan siswa melalui pengenalan layanan perpustakaan, kegiatan literasi, dan eksplorasi sains secara interaktif.

Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus menjelaskan peran perpustakaan sebagai ruang belajar, sumber informasi, dan sarana pengembangan pengetahuan bagi peserta didik.

Kepala SD Runiah School Makassar, Nina Novelia, menyampaikan bahwa kunjungan dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni Selasa (27/10/2026) dan Kamis (29/10/2026). Pada gelombang pertama, siswa didampingi guru, di antaranya Ms. Dar dan Ms. Risma, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar.

Selama berada di layanan perpustakaan, para siswa mengikuti kegiatan read aloud atau membaca nyaring bersama Kak Rina melalui cerita bertema “4 Kata Ajaib”.  Kegiatan ini dikemas secara menyenangkan untuk membangun ketertarikan anak terhadap cerita, mengembangkan kemampuan menyimak, serta mendorong interaksi aktif selama kegiatan literasi.

Para siswa juga mengerjakan tugas di Ruang Baca Layanan Deposit. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memanfaatkan ruang baca sebagai tempat belajar sekaligus mengenal layanan perpustakaan yang mendukung kegiatan literasi dan pencarian informasi.

Setelah mengikuti kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, dan diawali dengan pemutaran film sains Ayo Kita Rawat Bumi Kita. Film tersebut mengajak siswa mengenal pentingnya menjaga kelestarian bumi melalui tayangan audio-visual yang menarik dan mudah dipahami.


Pemutaran film menjadi bagian dari rangkaian Science Film Festival (SFF) 2026 yang tahun ini mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia tersebut melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yaitu Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. Keterlibatan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu penyelenggara turut memperluas akses pembelajaran sains bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

Pengalaman belajar dilanjutkan melalui demonstrasi sains yang meliputi Listrik Statis, Klip Terapung, dan Semburan Naga. Dalam setiap demonstrasi, Sri Wahyuni menjelaskan fenomena yang terjadi beserta konsep ilmiah yang mendasarinya. Penyampaian melalui praktik langsung membantu siswa mengenali bahwa berbagai peristiwa yang mereka amati berkaitan dengan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari melalui percobaan.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka diberi kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen yang diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan memahami hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Interaksi tersebut mendorong keberanian untuk mencoba, mengajukan pertanyaan, serta mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.

Rombongan juga diperkenalkan dengan sejumlah alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat-alat tersebut, siswa memperoleh pengalaman mengeksplorasi konsep ilmu pengetahuan dan teknologi secara konkret. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penjelasan, tetapi juga melalui pengamatan dan keterlibatan langsung yang membuat konsep sains lebih mudah dipahami.


Kunjungan ini memperlihatkan bagaimana perpustakaan dapat menjadi ruang pembelajaran yang mengintegrasikan kegiatan membaca, pemanfaatan bahan bacaan, dan pengenalan ilmu pengetahuan serta teknologi. Melalui kegiatan read aloud, pengerjaan tugas di ruang baca, pemutaran film sains, demonstrasi eksperimen, dan penggunaan alat peraga interaktif, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam di luar lingkungan sekolah.

Perpaduan wisata literasi dan eksplorasi sains tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, kreativitas, serta semangat belajar siswa sejak dini. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dalam menghadirkan layanan edukatif yang mendukung pengembangan pengetahuan dan rasa ingin tahu generasi muda. (*)