Kamis, 29 Oktober 2026

SDIT Cobig Makassar Lanjutkan Outing Class, Siswa Eksplorasi Sains di PP-IPTEK di Layanan Perpustakaan Sulsel


Rangkaian kegiatan outing class SDIT Cobig Makassar di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan berlanjut pada Kamis (29/10/2026). Sebanyak 73 siswa kelas II, didampingi tiga guru dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar, mengikuti kegiatan edukatif yang memadukan literasi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Para siswa diperkenalkan dengan beragam layanan perpustakaan dan pemanfaatan ruang baca sebagai sarana belajar, mencari informasi, serta memperluas wawasan di luar lingkungan sekolah.

Kunjungan ini merupakan gelombang kedua dari empat rangkaian kunjungan SDIT Cobig Makassar yang berlangsung mulai Rabu (28/10/2026) hingga Selasa (3/11/2026). Kepala Sekolah SDIT Cobig Makassar, Ibnu Amar Sudino, sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti secara bertahap dengan jumlah peserta yang berbeda pada setiap gelombang. Secara keseluruhan, empat gelombang kunjungan melibatkan 286 siswa.

Setelah mengenal layanan perpustakaan, siswa melanjutkan kegiatan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, kegiatan diawali dengan pemutaran film sains The Magic Compost. Tayangan tersebut memperkenalkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui cerita dan visual yang menarik bagi anak-anak.

Pemutaran film ini merupakan bagian dari Science Film Festival (SFF) 2026 yang mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia tersebut melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yakni Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. Sebagai salah satu penyelenggara, PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan turut mendukung penyebarluasan pengetahuan sains melalui media film dan kegiatan edukatif.

Suasana belajar semakin interaktif ketika siswa menyaksikan demonstrasi sains berupa Air Ajaib, Klip Terapung, Perubahan Warna Air, dan Semburan Api Naga. Sri Wahyuni menjelaskan proses terjadinya setiap fenomena dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami. Demonstrasi tersebut memperlihatkan bahwa konsep ilmiah dapat dipelajari melalui percobaan langsung dan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi.

Siswa juga memperoleh kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK. Mereka mengamati hasil percobaan dan mengikuti penjelasan mengenai fenomena yang muncul. Pengalaman ini memberikan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi, berani mencoba, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan alat peraga interaktif, seperti Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, siswa dapat mengenali berbagai prinsip sains dan teknologi dengan cara yang lebih konkret. Pengalaman langsung ini menjadi pelengkap pembelajaran di kelas sekaligus menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan.

Kunjungan gelombang kedua ini menunjukkan bahwa layanan perpustakaan dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas daripada kegiatan membaca. Perpaduan pengenalan layanan, pemanfaatan ruang baca, film edukatif, demonstrasi sains, dan alat peraga interaktif membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar melalui berbagai cara.


Melalui kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong penguatan budaya literasi dan pengenalan sains sejak dini. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, para siswa beristirahat di area layanan BI Corner dan SiPeKAinge sambil menunggu jemputan. (*)

SD Runiah School Makassar Padukan Wisata Literasi dan Eksplorasi Sains di Layanan Perpustakaan Sulsel


Rangkaian outing class SD Runiah School Makassar di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan berlanjut pada Kamis (29/10/2026). Kunjungan gelombang kedua ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal layanan perpustakaan, memanfaatkan ruang baca, serta mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kegiatan yang menyenangkan dan interaktif.

Rombongan siswa kelas III didampingi guru dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar. Kedatangan mereka disambut Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam penyambutan tersebut, Feby memperkenalkan beragam layanan perpustakaan dan mendorong siswa memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat membaca, belajar, serta menambah pengetahuan.


Kegiatan literasi dilaksanakan melalui read aloud atau membaca nyaring serta pengerjaan tugas di Ruang Baca Layanan Deposit. Selain memperoleh pengalaman belajar di luar kelas, siswa dikenalkan dengan pemanfaatan bahan bacaan dan ruang perpustakaan untuk mendukung kegiatan belajar serta pencarian informasi.

Selanjutnya, rombongan mengunjungi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, dengan pemutaran film sains Ayo Kita Rawat Bumi Kita. Tayangan tersebut memperkenalkan pentingnya menjaga kelestarian bumi melalui penyampaian audio-visual yang menarik dan sesuai untuk pembelajaran anak.


Pemutaran film merupakan bagian dari Science Film Festival (SFF) 2026 yang mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia itu melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yakni Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu penyelenggara yang turut mendekatkan pembelajaran sains kepada masyarakat, khususnya pelajar.

Usai menonton film, siswa mengikuti demonstrasi sains berupa Listrik Statis, Klip Terapung, dan Semburan Naga. Sri Wahyuni menjelaskan fenomena yang muncul dan konsep ilmiah di balik setiap percobaan. Siswa juga mendapat kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen dengan pendampingan pengelola, sehingga dapat mengamati secara langsung hubungan antara proses percobaan dan hasil yang dihasilkan.


Kegiatan berlanjut dengan pengenalan alat peraga interaktif, antara lain Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat-alat tersebut, siswa diajak mengeksplorasi berbagai konsep sains dan teknologi melalui pengalaman langsung. Pendekatan ini menjadikan pembelajaran tidak hanya bertumpu pada penjelasan, tetapi juga pada pengamatan, praktik, dan rasa ingin tahu.

Kunjungan gelombang kedua ini memperlihatkan pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang belajar yang memadukan literasi dengan pengenalan sains dan teknologi. Rangkaian kegiatan membaca, mengerjakan tugas, menonton film edukatif, menyaksikan demonstrasi, hingga mencoba alat peraga memberikan pengalaman belajar yang beragam bagi siswa di luar lingkungan sekolah.


Melalui kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan terus menghadirkan layanan edukatif yang mendukung pengembangan budaya literasi dan pengenalan sains sejak dini. Pengalaman belajar di perpustakaan diharapkan dapat memperluas wawasan, menumbuhkan minat baca, serta mendorong kreativitas dan rasa ingin tahu siswa. (*)

Rabu, 28 Oktober 2026

SDIT Cobig Makassar Ajak Siswa Jelajahi Literasi dan Sains di Layanan Perpustakaan Sulsel


Sebanyak 65 siswa kelas II SDIT Cobig Makassar didampingi tiga guru dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar mengunjungi Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). Kunjungan dalam rangka outing class ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas untuk memperluas wawasan siswa melalui pengenalan layanan perpustakaan, pemanfaatan ruang baca, dan eksplorasi sains secara interaktif.

Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus menjelaskan peran perpustakaan sebagai ruang belajar, sumber informasi, dan sarana pengembangan pengetahuan bagi peserta didik.

Kepala Sekolah SDIT Cobig Makassar, Ibnu Amar Sudino, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dilaksanakan dalam empat gelombang, mulai Rabu (28/10/2026) hingga Selasa (3/11/2026). Gelombang pertama diikuti 65 siswa, gelombang kedua 73 siswa, gelombang ketiga 72 siswa, dan gelombang keempat 76 siswa. Dengan demikian, seluruh rangkaian kunjungan melibatkan 286 siswa.

Setelah mengikuti kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, dan diawali dengan pemutaran film sains Ayo Kita Rawat Bumi Kita. Film tersebut mengajak siswa mengenal pentingnya menjaga kelestarian bumi melalui tayangan audio-visual yang menarik dan mudah dipahami.

Pemutaran film tersebut merupakan bagian dari rangkaian Science Film Festival (SFF) 2026 yang tahun ini mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia ini melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yaitu Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. Keterlibatan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu penyelenggara menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran sains bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.


Pengalaman belajar dilanjutkan melalui demonstrasi sains yang meliputi Air Ajaib, Klip Terapung, Perubahan Warna Air dan Semburan Api Naga. Dalam setiap demonstrasi, Sri Wahyuni menjelaskan fenomena yang terjadi beserta konsep ilmiah yang mendasarinya. Melalui pengamatan langsung, siswa diajak mengenali prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari melalui percobaan sederhana.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka diberi kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen yang diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan mengenali hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Keterlibatan aktif tersebut mendorong keberanian untuk mencoba, mengajukan pertanyaan, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.


Rombongan juga diperkenalkan dengan sejumlah alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat-alat tersebut, siswa memperoleh pengalaman mengeksplorasi konsep ilmu pengetahuan dan teknologi secara konkret. Pembelajaran berlangsung melalui kombinasi penjelasan, pengamatan, dan praktik langsung sehingga sains terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kunjungan ini memperlihatkan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang pembelajaran yang memadukan literasi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pemanfaatan ruang baca, pemutaran film sains, demonstrasi eksperimen, dan alat peraga interaktif, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan menyenangkan.


Rangkaian kunjungan ini memperlihatkan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang pembelajaran yang memadukan literasi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pemanfaatan berbagai layanan, pemutaran film sains, demonstrasi eksperimen, dan alat peraga interaktif, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan menyenangkan. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, para siswa juga beristirahat di area layanan BI Corner dan SiPeKAinge sambil menunggu jemputan. (*)


Selasa, 27 Oktober 2026

SD Runiah School Makassar Kenalkan Literasi dan Sains Interaktif melalui Kunjungan ke Perpustakaan Sulsel


Sebanyak 27 siswa kelas III SD Runiah School Makassar didampingi empat guru mengunjungi Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026). Kunjungan dalam rangka outing class ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas untuk memperluas wawasan siswa melalui pengenalan layanan perpustakaan, kegiatan literasi, dan eksplorasi sains secara interaktif.

Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus menjelaskan peran perpustakaan sebagai ruang belajar, sumber informasi, dan sarana pengembangan pengetahuan bagi peserta didik.

Kepala SD Runiah School Makassar, Nina Novelia, menyampaikan bahwa kunjungan dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni Selasa (27/10/2026) dan Kamis (29/10/2026). Pada gelombang pertama, siswa didampingi guru, di antaranya Ms. Dar dan Ms. Risma, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar.

Selama berada di layanan perpustakaan, para siswa mengikuti kegiatan read aloud atau membaca nyaring bersama Kak Rina melalui cerita bertema “4 Kata Ajaib”.  Kegiatan ini dikemas secara menyenangkan untuk membangun ketertarikan anak terhadap cerita, mengembangkan kemampuan menyimak, serta mendorong interaksi aktif selama kegiatan literasi.

Para siswa juga mengerjakan tugas di Ruang Baca Layanan Deposit. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memanfaatkan ruang baca sebagai tempat belajar sekaligus mengenal layanan perpustakaan yang mendukung kegiatan literasi dan pencarian informasi.

Setelah mengikuti kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, dan diawali dengan pemutaran film sains Ayo Kita Rawat Bumi Kita. Film tersebut mengajak siswa mengenal pentingnya menjaga kelestarian bumi melalui tayangan audio-visual yang menarik dan mudah dipahami.


Pemutaran film menjadi bagian dari rangkaian Science Film Festival (SFF) 2026 yang tahun ini mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia tersebut melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yaitu Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. Keterlibatan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu penyelenggara turut memperluas akses pembelajaran sains bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

Pengalaman belajar dilanjutkan melalui demonstrasi sains yang meliputi Listrik Statis, Klip Terapung, dan Semburan Naga. Dalam setiap demonstrasi, Sri Wahyuni menjelaskan fenomena yang terjadi beserta konsep ilmiah yang mendasarinya. Penyampaian melalui praktik langsung membantu siswa mengenali bahwa berbagai peristiwa yang mereka amati berkaitan dengan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari melalui percobaan.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka diberi kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen yang diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan memahami hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Interaksi tersebut mendorong keberanian untuk mencoba, mengajukan pertanyaan, serta mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.

Rombongan juga diperkenalkan dengan sejumlah alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat-alat tersebut, siswa memperoleh pengalaman mengeksplorasi konsep ilmu pengetahuan dan teknologi secara konkret. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penjelasan, tetapi juga melalui pengamatan dan keterlibatan langsung yang membuat konsep sains lebih mudah dipahami.


Kunjungan ini memperlihatkan bagaimana perpustakaan dapat menjadi ruang pembelajaran yang mengintegrasikan kegiatan membaca, pemanfaatan bahan bacaan, dan pengenalan ilmu pengetahuan serta teknologi. Melalui kegiatan read aloud, pengerjaan tugas di ruang baca, pemutaran film sains, demonstrasi eksperimen, dan penggunaan alat peraga interaktif, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam di luar lingkungan sekolah.

Perpaduan wisata literasi dan eksplorasi sains tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, kreativitas, serta semangat belajar siswa sejak dini. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dalam menghadirkan layanan edukatif yang mendukung pengembangan pengetahuan dan rasa ingin tahu generasi muda. (*)

Rabu, 21 Oktober 2026

Siswa SMKN 1 Bone Belajar Sains Interaktif di Layana Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Sebanyak 51 siswa kelas XI jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) SMKN 1 Bone mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (21/10/2026). Kunjungan edukasi ini bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan peserta didik melalui pengenalan layanan perpustakaan dan pembelajaran sains secara interaktif.

Rombongan diterima pustakawan yang bertugas di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Layanan, Megawati, menjelaskan proses pengolahan buku serta cara menemukan koleksi berdasarkan sistem klasifikasi. Pengenalan ini memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengelolaan bahan pustaka dan kemudahan penelusuran informasi sesuai kebutuhan.

Kepala UPT SMKN 1 Bone, H. Syamsuddin, menyampaikan bahwa kunjungan edukasi tersebut merupakan upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada berbagai koleksi dan layanan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi untuk menunjang pembelajaran.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, memandu demonstrasi sains berupa Gaya Sentripetal dan Semburan Naga. Setiap demonstrasi disertai penjelasan mengenai fenomena dan konsep ilmiah yang mendasarinya sehingga peserta dapat memahami sains melalui pengamatan langsung.

Antusiasme siswa terlihat ketika beberapa peserta mendapat kesempatan mencoba kembali percobaan yang telah diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, mereka melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan mengenali hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Keterlibatan langsung ini mendorong siswa untuk berani mencoba, bertanya, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.

Kegiatan berlanjut dengan pengenalan alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, siswa berkesempatan mengeksplorasi prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk yang lebih konkret. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa konsep sains dapat dipelajari melalui interaksi, pengamatan, dan praktik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Pengalaman belajar di PP-IPTEK juga memperkenalkan siswa pada pendekatan pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif peserta. Melalui demonstrasi dan percobaan, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengamati proses, memahami sebab dan akibat, serta menghubungkan penjelasan ilmiah dengan hasil yang mereka saksikan. Pendekatan ini menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan minat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bagi siswa jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, kunjungan ini turut memperluas wawasan mengenai pentingnya akses informasi dan layanan kepada masyarakat. Pengenalan pengelolaan koleksi perpustakaan serta pengalaman mengeksplorasi alat peraga sains memberikan gambaran tentang beragam bentuk layanan edukasi yang membutuhkan pengelolaan informasi, komunikasi, dan pelayanan yang baik.


Melalui kunjungan ini, siswa memperoleh pengalaman belajar yang memadukan literasi informasi dan eksplorasi sains. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk membaca dan menemukan sumber pengetahuan, tetapi juga menyediakan ruang pembelajaran edukatif yang mendorong peserta didik memperluas wawasan melalui pengalaman langsung.

Selasa, 20 Oktober 2026

Dari Koleksi Buku hingga Peraga Sains, Mahasiswa Unhas Belajar di Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Sebanyak 30 mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Hasanuddin (Unhas), didampingi dua dosen, mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (20/10/2026). Kunjungan literasi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk mengenal secara langsung pengelolaan perpustakaan, pemanfaatan sumber informasi, serta berbagai upaya peningkatan minat baca masyarakat.

Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat serta menjelaskan peran perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyediakan sumber informasi dan mendukung pengembangan pengetahuan.


Ketua Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unhas, Prof. Dr. Muh. Akbar, M.Si., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi. Melalui kunjungan literasi, mahasiswa diharapkan dapat memahami praktik penyelenggaraan layanan perpustakaan dan pengelolaan informasi secara langsung.

Dalam rangkaian kunjungan, mahasiswa mendatangi Layanan Deposit untuk mempelajari pengelolaan koleksi deposit daerah. Mereka memperoleh penjelasan mengenai proses penghimpunan, pelestarian, dan penyediaan berbagai terbitan yang menjadi bagian dari koleksi deposit Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan. Layanan ini berperan dalam menjaga ketersediaan sumber informasi dan melestarikan dokumentasi terbitan yang berkaitan dengan daerah.


Di Layanan Perpustakaan Umum, mahasiswa mengikuti kegiatan edukasi dengan membaca koleksi yang tersedia dan menyusun resensi buku sebagai bagian dari tugas pembelajaran. Mereka juga mendapatkan penjelasan dari pustakawan mengenai pengorganisasian koleksi berdasarkan sistem klasifikasi untuk memudahkan pemustaka menemukan bahan bacaan sesuai kebutuhan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat melihat penerapan pengelolaan koleksi sekaligus upaya perpustakaan dalam mendorong minat baca masyarakat.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan diawali dengan demonstrasi sains yang dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Melalui demonstrasi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada pembelajaran sains secara interaktif melalui percobaan dan penjelasan berbagai fenomena ilmiah.

Mahasiswa juga berkesempatan mencoba sejumlah alat peraga interaktif, di antaranya Tebak Tanggal Lahir, Katrol, Menurun ke Atas, Bola Listrik, Gorden Otomatis, Panel Surya, Tunjuk Warna, Harpa Tanpa Dawai, Energi dan Daya, serta Gyro Ekstrem. Pengalaman ini memberikan gambaran mengenai pemanfaatan alat peraga sebagai media pembelajaran yang menggabungkan pengamatan, praktik, dan pemahaman konsep ilmu pengetahuan.


Kunjungan ke layanan perpustakaan umum, layanan deposit, dan PP-IPTEK memberikan pengalaman pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai beragam fungsi perpustakaan. Selain sebagai pusat informasi dan pelestarian pengetahuan daerah, perpustakaan juga berperan dalam pengembangan budaya baca serta penyediaan sarana pembelajaran sains yang edukatif dan interaktif bagi masyarakat. (*)

Jumat, 09 Oktober 2026

Layanan PP-IPTEK DPK Sulsel Hadirkan Science Film Festival 2026 bagi 102 Santri Ummul Mukminin


MAKASSAR — Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu penyelenggara Science Film Festival (SFF) 2026 yang berlangsung secara hibrida pada 6–14 Oktober 2026. Kegiatan ini turut diikuti 102 santri Madrasah Tsanawiyah Swasta Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Makassar bersama 10 guru pendamping dalam rangkaian wisata literasi, Jumat (9/10/2026).

Rangkaian kunjungan diawali di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu. Para santri mengikuti kegiatan membaca dan membuat resensi buku, sekaligus memperoleh penjelasan dari pustakawan mengenai pengelolaan koleksi dan sistem klasifikasi bahan pustaka untuk memudahkan pemustaka menemukan bacaan yang dibutuhkan.

Kepala Madrasah, Isriani Djamaluddin, mengatakan kegiatan study tour kelas VII MTs tersebut bertujuan mengenalkan layanan perpustakaan, menumbuhkan minat baca, dan meningkatkan kecakapan literasi peserta didik. Melalui kunjungan ini, santri diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas dengan mengenal langsung fasilitas dan layanan perpustakaan.

Setelah kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke PP-IPTEK untuk mengikuti rangkaian SFF 2026 yang tahun ini mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia tersebut melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yakni Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan.

Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, memandu kegiatan yang diawali dengan pemutaran film sains berjudul Ayo Kita Rawat Bumi Kita. Film tersebut menjadi pengantar untuk mengenalkan isu lingkungan dan sains melalui media audio-visual, sekaligus mengajak peserta memahami pentingnya menjaga bumi melalui penyajian yang menarik dan mudah dipahami.


Pengalaman belajar kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi sains, meliputi Semburan Naga, Antigravitasi, Listrik Statis, Paperclip & Pepper Escape, dan Tornado dalam Botol. Setiap demonstrasi disertai penjelasan mengenai fenomena dan konsep ilmiah yang mendasarinya. Pendekatan interaktif ini memberi kesempatan kepada santri untuk memahami sains tidak hanya melalui penjelasan, tetapi juga melalui pengamatan terhadap percobaan secara langsung.

Antusiasme peserta terlihat ketika sejumlah santri mendapat kesempatan mencoba kembali percobaan yang telah diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, mereka melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan mengenali hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Keterlibatan langsung tersebut mendorong peserta untuk berani mencoba, bertanya, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.


Kegiatan berlanjut dengan pengenalan alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, para santri berkesempatan mengeksplorasi prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk yang lebih konkret. Pengalaman ini sekaligus memperlihatkan bahwa konsep sains dapat dipelajari melalui interaksi, pengamatan, dan praktik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan PP-IPTEK dalam SFF 2026 memperkuat peran layanan tersebut sebagai ruang edukasi sains yang terbuka bagi masyarakat, khususnya peserta didik. Film sains, demonstrasi eksperimen, dan alat peraga interaktif menjadi pendekatan pembelajaran yang saling melengkapi untuk memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara edukatif dan menyenangkan.

Perpaduan wisata literasi dan eksplorasi sains dalam kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar di luar kelas bagi para santri. Mereka tidak hanya berlatih membaca dan menyusun resensi buku, tetapi juga memperoleh kesempatan menyaksikan film sains, mengamati eksperimen, serta mencoba alat peraga secara langsung. Melalui kegiatan ini, PP-IPTEK DPK Sulsel turut mendekatkan sains kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan minat belajar, kreativitas, dan keberanian untuk mengeksplorasi pengetahuan. (***)