Rabu, 04 Maret 2026

Perpustakaan Sulsel Ikuti Temu Pendamping Science Center Tahap I 2026


Kepala UPT Perpustakaan, Kaharullah, SE., MM., mengikuti agenda Temu Pendamping Science Center (SC) Tahap I Tahun 2026 bertajuk “Agenda Pendampingan SC Tahun 2026” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (04/03/2026).

Kaharullah mengikuti kegiatan tersebut didampingi Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin selaku Kepala Seksi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan (PP-IPTEK) bersama pengelola layanan PP-IPTEK di ruang layanan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Keaqrsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Asep Riswoko. Sebanyak 26 pengelola Science Center dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam forum koordinasi tersebut.

Dalam agenda pertemuan, dibahas rencana pendampingan Science Center sepanjang tahun 2026 yang mencakup monitoring dan evaluasi program, serta pelaksanaan temu pengelola SC berikutnya, baik secara daring maupun luring. Pendampingan ini diharapkan mampu memperkuat peran Science Center sebagai pusat literasi dan edukasi sains di daerah.


Pada kesempatan tersebut, Kaharullah menyampaikan pentingnya perhatian BRIN terhadap pengembangan Science Center di daerah. Ia menekankan perlunya dukungan berupa penambahan alat peraga serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola SC, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran saat ini.

“Kami berharap ada penguatan fasilitas dan peningkatan kompetensi pengelola agar layanan edukasi sains kepada masyarakat tetap optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Herviana Hapsari selaku Wakil Ketua Tim sekaligus pendamping Puspa Peraga IPTEK Sulawesi Selatan mendapat tugas untuk menampung berbagai keluhan dan kendala dari pengelola Science Center. Beragam masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi guna merumuskan solusi yang tepat dan berkelanjutan.


Selain itu, forum ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik antar pengelola Science Center dalam mengembangkan program edukasi yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Pertukaran pengalaman tersebut dinilai penting guna memperkaya strategi pengelolaan serta meningkatkan daya tarik layanan Science Center di masing-masing daerah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara BRIN dan pengelola Science Center di daerah semakin kuat, sehingga peran pusat peraga ilmu pengetahuan sebagai sarana pembelajaran interaktif dan peningkatan literasi sains masyarakat dapat terus berkembang secara berkesinambungan serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah.(***)

Sabtu, 28 Februari 2026

Literasi Muslim Anak: Komik Edukatif Islami


Bagi generasi muda Muslim, masa kanak-kanak adalah fondasi penting dalam pembentukan akhlak, adab, dan karakter. Di fase inilah nilai kejujuran, sopan santun, tanggung jawab, serta kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW mulai ditanamkan. Literasi menjadi salah satu jalan terbaik untuk menanamkan nilai-nilai tersebut secara menyenangkan dan berkesan.

Komik edukatif Islami hadir bukan sekadar sebagai bacaan hiburan, tetapi sebagai media pembelajaran yang ringan, visual, dan mudah dipahami anak-anak. Melalui cerita dan ilustrasi, pesan-pesan kebaikan dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan dunia mereka.

Dalam rangka mendukung gerakan literasi dan pembentukan karakter anak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan melalui Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) menghadirkan pilihan komik edukatif Islami yang sarat nilai adab dan akhlak mulia.

Buku-buku ini kami kelompokkan ke dalam beberapa tema utama, mulai dari adab pergaulan, keteladanan Rasulullah SAW, pembiasaan akhlak sehari-hari, persahabatan, pengenalan Asmaul Husna, pendidikan karakter, hingga pemahaman waktu dalam Al-Qur’an. Mari kita simak bersama.

BAGIAN I – ADAB PERGAULAN DAN KETELADANAN RASULULLAH SAW

Buku-buku pada bagian ini mengajak anak memahami bagaimana menjadi pribadi muslim yang santun, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

  • Komik Anak Shaleh – Yuk, Jadi Anak Muslim Gaul (Nagiga)
Buku ini mengajarkan adab dalam pergaulan sehari-hari sebagai anak muslim. Anak-anak diajak memahami pentingnya mengucapkan dan menjawab salam, bersikap jujur, tidak mengejek teman, serta berani menolak kecurangan.

  • Komik Gaul ala Rasul (Fajar Istiqlal)
Buku ini mengajarkan adab pergaulan yang bersumber dari ajaran Rasulullah SAW. Anak-anak belajar bagaimana bersikap sopan, menghormati teman, menjaga ucapan, serta menjadikan hubungan sesama manusia sebagai ladang pahala.

  • Apa Kata Rasulullah SAW: Komik Adab Sehari-Hari (Tethy Ezokanzo)
Buku ini membimbing anak memahami adab dalam berbagai aktivitas, seperti adab makan, tidur, berpakaian, bertamu, belajar, hingga berada di masjid.


BAGIAN II – PERSAHABATAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER

Bagian ini menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan sopan santun dalam lingkungan keluarga maupun pergaulan.

  • Komik Sahabat Anak Muslim (Watiek Ideo Dan Riera Faaizah D.)
Buku ini mengajarkan adab dalam persahabatan, seperti saling menolong, memaafkan, menghargai perbedaan, dan menjaga kepercayaan.

  • Komik Karakter – Sopan Santun (Lidya Renny Chrisnawaty)
Melalui kisah sederhana dalam keluarga, buku ini menanamkan nilai sopan santun, menghormati orang tua, serta membiasakan perilaku baik sejak dini.

BAGIAN III – NILAI KEIMANAN DAN PEMAHAMAN AL-QUR’AN

Bagian ini memperkenalkan nilai-nilai dasar keimanan melalui pendekatan cerita yang mudah dipahami anak.

  • Komik Asmaul Husna (Dian Kristiani dan Tethy Permanasari)
Buku ini mengenalkan 99 nama Allah SWT melalui cerita-cerita yang mengajarkan rasa syukur, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.

  • Komik Akhlak dalam Al-Qur’an (Aan Wulandari & Dian K)
Buku ini menghadirkan cerita yang bersumber dari nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, membimbing anak untuk bersikap jujur, sabar, dan rendah hati.

  • Komik Waktu dalam Al-Qur’an: Pergantian Siang dan Malam (Aan W)
Buku ini mengajarkan anak memahami pergantian waktu sebagai tanda kebesaran Allah SWT, sekaligus membiasakan diri memanfaatkan waktu untuk ibadah dan kebaikan.

Melalui buku dan literasi, nilai-nilai keislaman dapat tumbuh secara alami dalam diri anak-anak. Komik-komik ini menjadi jembatan antara ilmu dan karakter, antara cerita dan pembentukan akhlak.

Semoga rangkaian buku dan tayangan ini menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan, ruang refleksi bagi keluarga, serta penguat budaya literasi di tengah masyarakat.

Mari kita tumbuhkan generasi yang cerdas, santun, dan berakhlak mulia melalui membaca. Buku-buku ini dapat diakses secara digital melalui layanan perpustakaan elektronik pada laman: https://web-ibilibrary.moco.co.id/

Selamat menyimak dan selamat membaca.

Jumat, 27 Februari 2026

Pesantren Ramadhan Ramah Anak, Muslimat NU Sulsel Hadirkan Edukasi Islami dan Literasi di LAPIA

Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kegiatan Pesantren Ramadhan Ramah Anak yang digelar di Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak (LAPIA), Jumat (27/02/2026). Kepala Bidang Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. H. Andi Sangkawana, M.Si., bersama Kepala UPT Perpustakaan, Kaharullah, S.E., M.M., menerima kunjungan rombongan Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan dalam rangka memperkuat sinergi literasi dan pendidikan karakter anak sejak dini.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus PW dan PC Muslimat NU Kota Makassar serta 26 murid Taman Kanak-Kanak yang didampingi orang tua dan guru.

Ketua PW Muslimat NU Sulsel, Prof. Dr. Ir. Hj. Majdah, M. Zein, M.Si., turut memberikan sambutan dan bergabung secara daring melalui Zoom. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Islami kepada anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia mereka.

“Pendidikan karakter harus dimulai sejak dini. Anak-anak perlu dikenalkan nilai moral, semangat berbagi, kepedulian terhadap sesama, hingga menjaga kesehatan, termasuk kesehatan mata, melalui aktivitas bermain yang edukatif,” ujarnya melalui sambungan virtual.

Pada kesempatan tersebut, Andi Sangkawana menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang literasi yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak selama bulan suci Ramadhan.

“Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan ini, anak-anak tidak hanya belajar nilai-nilai keislaman, tetapi juga menumbuhkan budaya gemar membaca sejak dini. Ini merupakan investasi penting dalam membangun generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” ungkapnya.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi sains yang dipandu Kepala Seksi Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Sri Wahyuni Djamaluddin, bersama tim pengelola. Anak-anak tampak antusias menyaksikan percobaan “listrik statis”, eksperimen “balon ditusuk tidak meletus”, serta alat peraga interaktif “Bola Listrik”. Setiap aktivitas diawali dengan pembacaan basmalah sebagai penguatan nilai spiritual dalam pembelajaran sains.

Selepas demo sains, para murid diarahkan membaca buku bacaan anak yang tersedia di LAPIA. Dengan pendampingan orang tua dan guru, mereka memilih buku cerita bergambar dan bahan bacaan edukatif lainnya. Suasana ruang baca dipenuhi interaksi hangat antara anak dan pendamping, menciptakan pengalaman literasi yang menyenangkan sekaligus bermakna.


Melalui kolaborasi ini, sinergi antara perpustakaan dan Muslimat NU diharapkan terus berlanjut dalam mendukung terwujudnya generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta literasi. Pesantren Ramadhan Ramah Anak pun menjadi bukti bahwa perpustakaan tidak sekadar ruang baca, melainkan pusat pembelajaran holistik yang memadukan nilai agama, sains, dan literasi dalam suasana ramah anak. (***)

Selasa, 24 Februari 2026

Gerakan Perubahan Sulsel Donasikan Buku ke Perpustakaan Provinsi, Dukung Literasi dan Edukasi Sains Interaktif


Organisasi Sosial Gerakan Perubahan wilayah Sulawesi Selatan melakukan kunjungan sekaligus menyerahkan donasi buku ke Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (24/02/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Gerakan Perubahan Sulsel, Asri Tadda, bersama Sekretaris Zaynur Ridwan.

Rombongan diterima dan didampingi oleh pustakawan Zahir Juana Ridwan. Dalam agenda tersebut, selain menyerahkan buku, perwakilan organisasi juga berkesempatan meninjau berbagai layanan unggulan yang tersedia di perpustakaan, termasuk layanan Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK).

Di ruang layanan PP-IPTEK, rombongan diterima oleh Kepala Seksi Layanan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Pada kesempatan itu, pengelola memaparkan beragam inovasi fasilitas edukatif interaktif yang dirancang untuk memperkenalkan konsep sains dan teknologi kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

Berbagai alat peraga edukatif diperkenalkan, di antaranya Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, hingga kacamata ultrasonik. Seluruh fasilitas tersebut dirancang berbasis praktik, sehingga pengunjung dapat memahami konsep ilmiah secara langsung melalui pengalaman interaktif. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menumbuhkan minat belajar sains serta membangun rasa ingin tahu generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.


Salah satu alat peraga yang menjadi favorit adalah Bola Listrik. Alat ini memperlihatkan prinsip aliran energi listrik dari potensial tinggi ke potensial yang lebih rendah. Cara penggunaannya cukup sederhana, yakni dengan meletakkan ujung jari pada permukaan bola. Aliran listrik akan mengikuti arah jari tangan, dan lampu neon yang berada di dekat bola dapat menyala ketika rangkaian tersambung melalui tubuh manusia.

Secara ilmiah, listrik mengalir dari potensial yang lebih tinggi menuju potensial yang lebih rendah. Karena tubuh manusia memiliki potensial lebih rendah dibandingkan sumber pada bola listrik, maka saat jari didekatkan, tubuh menjadi media aliran energi. Demonstrasi ini menjadi sarana pembelajaran langsung yang mudah dipahami sekaligus menarik perhatian pengunjung.

Adapun serah terima donasi buku dilaksanakan di PUSAKA (Pusat Unggulan Naskah Nusantara) yang dikelola oleh layanan Deposit. PUSAKA berfungsi sebagai pusat penyimpanan karya cetak dan rekam terbitan lokal Sulawesi Selatan, sekaligus menjadi upaya pelestarian khazanah literasi daerah.

Melalui kegiatan ini, Gerakan Perubahan Sulsel menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan budaya literasi serta peningkatan akses edukasi sains bagi masyarakat. Sinergi antara organisasi sosial dan lembaga perpustakaan diharapkan dapat terus terjalin guna mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Selatan. (***)

Jumat, 13 Februari 2026

“Tenggelam dan Terapung”: Outing Class SD Inpres Layang Bertingkat Makassar Tingkatkan Literasi dan Sains


Sebanyak 21 siswa SD Inpres Layang Bertingkat mengikuti kegiatan kunjungan edukatif (Outing Class) ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan pada Jumat (13/02/2026), dengan didampingi tiga guru kelas, satu pustakawan sekolah, serta beberapa orang tua siswa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kepala Sekolah, Muh. Saleh, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan outing class ini merupakan upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menumbuhkan minat baca siswa sejak dini. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman langsung yang dapat memperkaya wawasan serta membangun rasa ingin tahu peserta didik. Kehadiran orang tua juga menjadi bentuk sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan literasi anak.

Rombongan memulai kegiatan di ruang layanan perpustakaan dan disambut oleh Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, Hj. Feby Primajanti. Ia mengapresiasi inisiatif sekolah dalam memanfaatkan fasilitas literasi daerah sebagai sarana pembelajaran langsung. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis sebagai pusat pengetahuan yang menyediakan beragam koleksi dan layanan, mulai dari buku cetak hingga fasilitas multimedia yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar maupun masyarakat umum.

Para siswa kemudian diajak berkeliling untuk mengenal berbagai koleksi buku dari beragam bidang, seperti agama, sosial, bahasa, kesenian, ilmu pengetahuan dasar, dan sejarah. Suasana belajar yang interaktif membuat siswa antusias mengeksplorasi bacaan serta berdiskusi bersama guru pendamping dan orang tua mengenai buku-buku yang mereka temukan.

Usai kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Mereka disambut oleh Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Sri Wahyuni Djamaluddin, yang menyampaikan bahwa kunjungan pelajar sangat penting dalam menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap dunia sains dan teknologi.

Dalam sesi sains, siswa mengikuti pemutaran Film Sains berjudul “Tenggelam dan Terapung” yang menjelaskan konsep massa jenis dan gaya apung secara sederhana dan menarik. Melalui tayangan tersebut, siswa memahami bahwa benda dapat terapung apabila massa jenisnya lebih kecil daripada air, sedangkan benda akan tenggelam apabila massa jenisnya lebih besar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demo sains “Koin Terapung” yang memperlihatkan bagaimana tegangan permukaan air dapat membuat benda kecil tampak terapung, serta demo “Listrik Statis” yang menunjukkan bagaimana muatan listrik dapat menarik benda-benda ringan seperti potongan kertas.


Nurhikmah, S.S.I selaku pustakawan yang mengelola Perpustakaan Burasa SD Inpres Layang Bertingkat, tampak aktif membimbing siswa dalam memilih bacaan serta memastikan seluruh peserta tetap tertib dan aman selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin gemar membaca, memahami konsep sains secara menyenangkan, serta menumbuhkan semangat belajar yang lebih luas dengan dukungan guru dan orang tua. (***)

Kamis, 12 Februari 2026

60 Siswa MA Muhammadiyah Bontorita Takalar Antusias Ikuti Literasi dan Eksplorasi Sains di Perpustakaan Sulsel


Sebanyak 60 siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Bontorita Kabupaten Takalar melaksanakan kunjungan edukatif ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis (12/02/2026). Kegiatan yang didampingi 3 orang guru pendamping ini menjadi bagian dari penguatan literasi serta pembelajaran kontekstual di luar kelas.

Kepala Madrasah, Muhammad Irfan, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan menanamkan semangat menuntut ilmu sebagai bagian dari ibadah, mengenalkan perpustakaan sebagai pusat belajar yang bermanfaat, serta memotivasi siswa untuk memperluas wawasan dan pengetahuan.

Rombongan memulai kegiatan di ruang layanan perpustakaan dan disambut oleh Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, Hj. Feby Primajanti. Ia mengapresiasi inisiatif sekolah dalam memanfaatkan fasilitas literasi daerah sebagai sarana pembelajaran langsung. Dalam penjelasannya, perpustakaan memiliki peran strategis sebagai pusat pengetahuan yang menyediakan beragam koleksi dan layanan, mulai dari buku cetak hingga fasilitas multimedia yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar maupun masyarakat umum.

Para siswa kemudian diajak berkeliling untuk mengenal berbagai koleksi buku dari beragam bidang, seperti agama, sosial, bahasa, kesenian, ilmu pengetahuan dasar, dan sejarah. Suasana belajar yang interaktif membuat siswa antusias mengeksplorasi bacaan serta berdiskusi bersama guru pendamping mengenai buku-buku yang mereka temukan.

Usai kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Mereka disambut oleh Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Sri Wahyuni Djamaluddin, yang menyampaikan bahwa kunjungan pelajar sangat penting dalam menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap dunia sains dan teknologi.

Untuk efektivitas kegiatan, siswa dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok pertama putra dan kelompok kedua putri, yang mengikuti rangkaian kegiatan secara bergantian. Kelompok pertama juga mengikuti demo sains “Gaya Sentripetal”, di mana siswa diperlihatkan bagaimana suatu benda yang bergerak melingkar tetap berada pada lintasannya karena adanya gaya yang mengarah ke pusat lingkaran. Melalui alat peraga interaktif, siswa memahami bahwa gaya sentripetal berperan dalam berbagai peristiwa fisika, seperti pergerakan planet maupun benda yang diputar menggunakan tali.

Selain itu, salah satu demonstrasi yang menarik perhatian siswa adalah “Kertas Kuat Menahan Benda”. Dalam percobaan tersebut diperlihatkan bagaimana selembar kertas yang dibentuk atau disusun dengan teknik tertentu mampu menahan beban cukup berat. Prinsip ini banyak diterapkan dalam konstruksi bangunan, termasuk pada desain atap seng, di mana bentuk lengkung atau lipatan dapat meningkatkan kekuatan struktur sehingga mampu menopang beban lebih besar.


Tak hanya menyaksikan demonstrasi, siswa juga berkesempatan mencoba berbagai alat peraga edukatif seperti Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Robot Halang Lintang, Tunjuk Warna, Gorden Otomatis, dan Gyro Extreme.

Melalui kunjungan ini, MA Muhammadiyah Bontorita Takalar berharap para siswa semakin termotivasi untuk meningkatkan budaya literasi, memperdalam pemahaman sains, serta mengembangkan pola pikir kritis dan ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. (***)

"Culture Literacy Tour”, 90 Siswa SDIT Al-Insan Pinrang Antusias Ikuti Pembelajaran Literasi dan Sains di Perpustakaan Sulsel


Sebanyak 90 siswa Al-Insan Kabupaten Pinrang bersama 11 guru pendamping melaksanakan kunjungan pembelajaran di luar kelas ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan pada Kamis (12/02/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Culture Literacy Tour” ini menjadi bagian dari implementasi kurikulum sekolah dalam memperkuat budaya literasi sekaligus memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan menyenangkan.

Kepala Sekolah Muh. Nasir menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran di luar kelas yang terintegrasi dalam kurikulum ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa melalui pendekatan yang lebih interaktif. “Melalui Culture Literacy Tour, siswa tidak hanya membaca, tetapi juga memahami nilai sejarah, agama, dan sains secara langsung,” ujarnya.

Untuk menunjang efektivitas kegiatan, siswa dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengikuti pemutaran film bertema sirah nabi berjudul “Peletakan Hajar Aswad”. Film tersebut mengisahkan kebijaksanaan Nabi Muhammad SAW dalam menyelesaikan perselisihan antar kabilah Quraisy saat peletakan kembali Hajar Aswad di Ka’bah. Dengan solusi yang adil dan bijaksana, beliau berhasil menjaga persatuan. Kegiatan dilanjutkan dengan demo sains “Koin Mengapung” yang memperlihatkan prinsip tegangan permukaan air, sehingga koin dapat mengapung dalam kondisi tertentu.

Sementara itu, kelompok kedua menonton film sirah nabi berjudul “Kisah Abraha” yang menceritakan peristiwa pasukan bergajah yang hendak menghancurkan Ka’bah, namun digagalkan oleh kuasa Allah SWT melalui burung-burung Ababil. Film ini memberikan pelajaran tentang keimanan, keteguhan hati, dan keyakinan terhadap pertolongan Allah. Setelah sesi film, siswa menyaksikan demo “Listrik Statis” yang menunjukkan gejala tarik-menarik benda akibat muatan listrik.

Seluruh siswa kemudian berkesempatan mencoba berbagai alat peraga edukatif di layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Di antaranya Tebak Tanggal Lahir, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai, Katrol, Robot Halang Lintang, Tunjuk Warna, Gorden Otomatis, Gyro Extreme, hingga alat peraga Halilintar yang menjadi salah satu favorit.


Alat peraga Halilintar digunakan untuk memberikan gambaran sederhana mengenai proses terjadinya petir yang biasa muncul menjelang hujan. Dengan menggunakan dua kawat bertegangan tinggi, alat ini menimbulkan kilatan bunga api listrik selama beberapa detik. Melalui percobaan tersebut, siswa dapat mempelajari konsep tegangan listrik tinggi serta memahami prinsip kerja Jacob Ladder, yaitu loncatan listrik yang bergerak naik akibat perbedaan potensial dan pemanasan udara di sekitarnya.

Antusiasme siswa terlihat jelas saat menyaksikan kilatan listrik yang menyerupai petir mini tersebut. Pengalaman ini tidak hanya menambah wawasan tentang fenomena alam, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melalui kegiatan Culture Literacy Tour ini, Al-Insan Kabupaten Pinrang berharap siswa semakin kuat dalam literasi, memiliki pemahaman nilai-nilai sejarah dan keislaman, serta tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan berakhlak mulia.