MAKASSAR — Sebanyak 26 santri SMP IT Shohwatul Is’ad Kabupaten Pangkep bersama tiga guru pendamping mengunjungi Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan study tour yang dikemas sebagai pembelajaran di luar lingkungan sekolah.
Kepala SMP IT Shohwatul Is’ad, Achmad Sochabat, mengatakan kegiatan outing Kelas 7B tidak hanya bertujuan mengenalkan fasilitas dan layanan perpustakaan, tetapi juga memberikan tugas pembelajaran kepada para santri. Mereka ditugaskan melakukan wawancara dengan pustakawan atau pengelola perpustakaan maupun pengunjung untuk menggali informasi tentang perpustakaan dan pengalaman mereka dalam memanfaatkan layanan.
Menurut Achmad, tugas tersebut melatih santri untuk berani bertanya, mendengarkan informasi, serta mencatat dan mengolah hasil wawancara menjadi cerita atau pengalaman yang menarik. Dengan cara itu, kunjungan ke perpustakaan diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas.
Sebelum mengikuti kegiatan di Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), para santri terlebih dahulu mengunjungi layanan perpustakaan umum. Di sana, pengelola memperkenalkan sistem klasifikasi koleksi sebagai salah satu cara untuk membantu pemustaka menemukan buku berdasarkan subjek dan bidang ilmu yang diminati.
Pengenalan sistem klasifikasi tersebut memberikan pemahaman kepada santri mengenai cara menelusuri koleksi secara mandiri. Dengan mengetahui pengelompokan koleksi, mereka dapat lebih mudah menemukan bahan bacaan sesuai minat dan kebutuhan tanpa harus selalu bergantung pada bantuan petugas.
Setelah itu, para santri melanjutkan kunjungan ke Layanan PP-IPTEK. Mereka diterima langsung Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, yang memperkenalkan berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari alat peraga interaktif dan permainan edukatif hingga koleksi bacaan anak berupa komik, cerita rakyat, serta ensiklopedia ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sebelum mencoba alat peraga, para santri mengikuti demonstrasi sains yang diperagakan Sri Wahyuni bersama pengelola PP-IPTEK. Beberapa demonstrasi yang diperkenalkan antara lain Semburan Naga, Air Ajaib yang Tidak Tumpah, dan Gelas Terbalik.
Kegiatan tersebut mendapat respons antusias dari para santri. Mereka tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga diberi kesempatan memperagakan kembali percobaan yang telah dilakukan. Dalam prosesnya, santri diarahkan untuk tidak mudah menyerah ketika percobaan belum berhasil, melainkan mencoba kembali dan mencari tahu penyebabnya.
Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, mengatakan keberanian mencoba merupakan bagian penting dalam proses belajar sains. Menurutnya, anak-anak perlu diberi ruang untuk bereksperimen dan belajar dari proses ketika sebuah percobaan belum berhasil.
“Anak-anak kami dorong untuk mencoba kembali apa yang sudah mereka lihat. Kalau belum berhasil, jangan langsung menyerah, tetapi coba lagi dan cari tahu mengapa percobaannya belum berhasil. Dari proses itu, mereka belajar,” ujarnya.
Setelah mengikuti demonstrasi, para santri kemudian mencoba sejumlah alat peraga yang tersedia. Mereka bergantian mengeksplorasi berbagai wahana edukatif, di antaranya Tebak Tanggal Lahir, Harpa Tanpa Dawai, Energi dan Daya, serta Gyro Extreme.
Kunjungan tersebut mempertemukan kegiatan membaca, penelusuran koleksi, wawancara, dan eksperimen dalam satu rangkaian pembelajaran. Para santri tidak hanya mengenal perpustakaan sebagai tempat membaca, tetapi juga memperoleh pengalaman menggunakan layanan dan fasilitas yang mendukung proses belajar secara langsung. (*)
.jpeg)