Rangkaian kegiatan outing class SDIT Cobig Makassar di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan berlanjut pada Rabu (4/11/2026). Sebanyak 71 siswa kelas I, didampingi tiga guru dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar (UNM), mengikuti kegiatan edukatif yang memadukan literasi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Para siswa diperkenalkan dengan beragam layanan perpustakaan dan pemanfaatan ruang baca sebagai sarana belajar, mencari informasi, serta memperluas wawasan di luar lingkungan sekolah.
Kegiatan di layanan umum diawali dengan sesi read aloud atau membaca nyaring bersama Kak Rina. Melalui kegiatan ini, siswa diajak menikmati cerita, menyimak bacaan, dan mengenal aktivitas membaca dengan cara yang menyenangkan. Selanjutnya, Kak Ima mengajak siswa menjelajahi berbagai layanan perpustakaan agar mereka mengenal fasilitas dan ruang yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan literasi. Para siswa juga mendapat kesempatan membaca berbagai koleksi buku yang tersedia di ruang baca.
Setelah mengenal layanan perpustakaan, rombongan melanjutkan kegiatan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, kegiatan diawali dengan pemutaran film sains “Ayo Kita Rawat Bumi Kita”. Tayangan tersebut memperkenalkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui cerita dan visual yang menarik bagi anak-anak.
Pemutaran film tersebut merupakan bagian dari rangkaian Science Film Festival (SFF) 2026 yang tahun ini mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia ini melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yaitu Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. Keterlibatan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu penyelenggara menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran sains bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Pengalaman belajar dilanjutkan melalui demonstrasi sains yang meliputi Air Ajaib, Klip Terapung, Perubahan Warna Air, dan Semburan Api Naga. Dalam setiap demonstrasi, Sri Wahyuni menjelaskan fenomena yang terjadi beserta konsep ilmiah yang mendasarinya. Melalui pengamatan langsung, siswa diajak mengenali prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari melalui percobaan sederhana.
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka diberi kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen yang diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan mengenali hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Keterlibatan aktif tersebut mendorong keberanian untuk mencoba, mengajukan pertanyaan, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.
Rombongan juga diperkenalkan dengan sejumlah alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat-alat tersebut, siswa memperoleh pengalaman mengeksplorasi konsep ilmu pengetahuan dan teknologi secara konkret. Pembelajaran berlangsung melalui kombinasi penjelasan, pengamatan, dan praktik langsung sehingga sains terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kunjungan ini memperlihatkan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang pembelajaran yang memadukan literasi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui kegiatan membaca, penjelajahan layanan, pemutaran film sains, demonstrasi eksperimen, dan penggunaan alat peraga interaktif, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan menyenangkan.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, para siswa beristirahat di area layanan BI Corner dan SiPeKAinge sambil menunggu jemputan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, kreativitas, serta rasa ingin tahu siswa terhadap ilmu pengetahuan sejak dini. (*)


































