MAKASSAR — Sebanyak 30 siswa Kelas III SD Islam Ar-Raffi bersama dua guru pendamping, Ustadzah Jusni dan Ustadzah Kurniah, mengikuti kegiatan Outing Class Kecil di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kunjungan belajar untuk mengenalkan teknologi sederhana dan memberikan pengalaman belajar melalui berbagai fasilitas edukatif yang tersedia di perpustakaan.
Ketua panitia kegiatan, Ustadzah Jusni, mengatakan Outing Class Kecil dilaksanakan selama tiga hari, 21–23 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti secara bergiliran oleh tiga kelas dengan jumlah keseluruhan 72 siswa dan sembilan guru pendamping.
Menurut Jusni, kunjungan ke perpustakaan menjadi salah satu rangkaian pembelajaran di luar kelas. Para siswa dibekali lembar tugas yang berisi kegiatan mengidentifikasi nama alat peraga interaktif dan memahami fungsinya dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam kegiatan ini, anak-anak dikenalkan dengan teknologi sederhana dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan pembelajaran. Mereka juga diberikan lembar tugas untuk mengenali alat peraga yang ada dan mengetahui fungsinya dalam kehidupan,” ujar Jusni.
Rombongan siswa disambut Plt. Kepala Bidang Perpustakaan sekaligus Kepala Seksi Layanan Umum dan Multimedia, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di layanan perpustakaan umum. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.
Feby juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan SD Islam Ar-Raffi yang secara rutin membawa siswanya untuk mengenal dan memanfaatkan layanan perpustakaan. Menurutnya, kunjungan sekolah dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan perpustakaan kepada anak sejak dini.
Setelah mengenal layanan perpustakaan umum, para siswa melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Mereka diterima langsung Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, yang memperkenalkan berbagai fasilitas pembelajaran, mulai dari alat peraga interaktif hingga permainan edukatif.
Sebelum mencoba alat peraga, para siswa mengikuti demonstrasi sains yang diperagakan Sri Wahyuni bersama pengelola Layanan PP-IPTEK, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Beberapa demonstrasi yang diperkenalkan antara lain Semburan Naga, Listrik Statis, dan Tornado dalam Botol.
Demonstrasi tersebut menjadi pengantar sebelum siswa mencoba berbagai alat peraga secara langsung. Mereka diberi kesempatan mengamati cara kerja alat, kemudian bergantian mencoba wahana edukatif yang tersedia.
Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, mengatakan keberanian mencoba merupakan bagian penting dalam proses belajar sains. Menurutnya, anak-anak perlu diberi ruang untuk bereksperimen dan belajar dari proses ketika sebuah percobaan belum berhasil.
“Anak-anak kami dorong untuk mencoba kembali apa yang sudah mereka lihat. Kalau belum berhasil, jangan langsung menyerah, tetapi coba lagi dan cari tahu mengapa percobaannya belum berhasil. Dari proses itu, mereka belajar,” ujarnya.
Setelah mengikuti demonstrasi, para siswa mencoba sejumlah alat peraga yang tersedia. Mereka bergantian mengeksplorasi berbagai wahana edukatif, di antaranya Tebak Tanggal Lahir, Harpa Tanpa Dawai, Energi dan Daya, serta Gyro Extreme.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga berkesempatan mengenal konsep sains dan teknologi sederhana melalui pengamatan, demonstrasi, serta praktik langsung. Kegiatan Outing Class Kecil yang berlangsung selama tiga hari tersebut diharapkan memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. (**)
.jpeg)