Rabu, 28 Oktober 2026

SDIT Cobig Makassar Ajak Siswa Jelajahi Literasi dan Sains di Layanan Perpustakaan Sulsel


Sebanyak 65 siswa kelas II SDIT Cobig Makassar didampingi tiga guru dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar mengunjungi Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). Kunjungan dalam rangka outing class ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas untuk memperluas wawasan siswa melalui pengenalan layanan perpustakaan, pemanfaatan ruang baca, dan eksplorasi sains secara interaktif.

Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus menjelaskan peran perpustakaan sebagai ruang belajar, sumber informasi, dan sarana pengembangan pengetahuan bagi peserta didik.

Kepala Sekolah SDIT Cobig Makassar, Ibnu Amar Sudino, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dilaksanakan dalam empat gelombang, mulai Rabu (28/10/2026) hingga Selasa (3/11/2026). Gelombang pertama diikuti 65 siswa, gelombang kedua 73 siswa, gelombang ketiga 72 siswa, dan gelombang keempat 76 siswa. Dengan demikian, seluruh rangkaian kunjungan melibatkan 286 siswa.

Setelah mengikuti kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, dan diawali dengan pemutaran film sains Ayo Kita Rawat Bumi Kita. Film tersebut mengajak siswa mengenal pentingnya menjaga kelestarian bumi melalui tayangan audio-visual yang menarik dan mudah dipahami.

Pemutaran film tersebut merupakan bagian dari rangkaian Science Film Festival (SFF) 2026 yang tahun ini mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia ini melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yaitu Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. Keterlibatan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu penyelenggara menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran sains bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.


Pengalaman belajar dilanjutkan melalui demonstrasi sains yang meliputi Air Ajaib, Klip Terapung, Perubahan Warna Air dan Semburan Api Naga. Dalam setiap demonstrasi, Sri Wahyuni menjelaskan fenomena yang terjadi beserta konsep ilmiah yang mendasarinya. Melalui pengamatan langsung, siswa diajak mengenali prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari melalui percobaan sederhana.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka diberi kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen yang diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan mengenali hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Keterlibatan aktif tersebut mendorong keberanian untuk mencoba, mengajukan pertanyaan, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.


Rombongan juga diperkenalkan dengan sejumlah alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat-alat tersebut, siswa memperoleh pengalaman mengeksplorasi konsep ilmu pengetahuan dan teknologi secara konkret. Pembelajaran berlangsung melalui kombinasi penjelasan, pengamatan, dan praktik langsung sehingga sains terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kunjungan ini memperlihatkan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang pembelajaran yang memadukan literasi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pemanfaatan ruang baca, pemutaran film sains, demonstrasi eksperimen, dan alat peraga interaktif, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan menyenangkan.


Rangkaian kunjungan ini memperlihatkan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang pembelajaran yang memadukan literasi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pemanfaatan berbagai layanan, pemutaran film sains, demonstrasi eksperimen, dan alat peraga interaktif, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan menyenangkan. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, para siswa juga beristirahat di area layanan BI Corner dan SiPeKAinge sambil menunggu jemputan. (*)


Selasa, 27 Oktober 2026

SD Runiah School Makassar Kenalkan Literasi dan Sains Interaktif melalui Kunjungan ke Perpustakaan Sulsel


Sebanyak 27 siswa kelas III SD Runiah School Makassar didampingi empat guru mengunjungi Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026). Kunjungan dalam rangka outing class ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas untuk memperluas wawasan siswa melalui pengenalan layanan perpustakaan, kegiatan literasi, dan eksplorasi sains secara interaktif.

Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus menjelaskan peran perpustakaan sebagai ruang belajar, sumber informasi, dan sarana pengembangan pengetahuan bagi peserta didik.

Kepala SD Runiah School Makassar, Nina Novelia, menyampaikan bahwa kunjungan dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni Selasa (27/10/2026) dan Kamis (29/10/2026). Pada gelombang pertama, siswa didampingi guru, di antaranya Ms. Dar dan Ms. Risma, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar.

Selama berada di layanan perpustakaan, para siswa mengikuti kegiatan read aloud atau membaca nyaring bersama Kak Rina melalui cerita bertema “4 Kata Ajaib”.  Kegiatan ini dikemas secara menyenangkan untuk membangun ketertarikan anak terhadap cerita, mengembangkan kemampuan menyimak, serta mendorong interaksi aktif selama kegiatan literasi.

Para siswa juga mengerjakan tugas di Ruang Baca Layanan Deposit. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memanfaatkan ruang baca sebagai tempat belajar sekaligus mengenal layanan perpustakaan yang mendukung kegiatan literasi dan pencarian informasi.

Setelah mengikuti kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, dan diawali dengan pemutaran film sains Ayo Kita Rawat Bumi Kita. Film tersebut mengajak siswa mengenal pentingnya menjaga kelestarian bumi melalui tayangan audio-visual yang menarik dan mudah dipahami.


Pemutaran film menjadi bagian dari rangkaian Science Film Festival (SFF) 2026 yang tahun ini mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia tersebut melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yaitu Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. Keterlibatan PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu penyelenggara turut memperluas akses pembelajaran sains bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

Pengalaman belajar dilanjutkan melalui demonstrasi sains yang meliputi Listrik Statis, Klip Terapung, dan Semburan Naga. Dalam setiap demonstrasi, Sri Wahyuni menjelaskan fenomena yang terjadi beserta konsep ilmiah yang mendasarinya. Penyampaian melalui praktik langsung membantu siswa mengenali bahwa berbagai peristiwa yang mereka amati berkaitan dengan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari melalui percobaan.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka diberi kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen yang diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan memahami hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Interaksi tersebut mendorong keberanian untuk mencoba, mengajukan pertanyaan, serta mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.

Rombongan juga diperkenalkan dengan sejumlah alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat-alat tersebut, siswa memperoleh pengalaman mengeksplorasi konsep ilmu pengetahuan dan teknologi secara konkret. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penjelasan, tetapi juga melalui pengamatan dan keterlibatan langsung yang membuat konsep sains lebih mudah dipahami.


Kunjungan ini memperlihatkan bagaimana perpustakaan dapat menjadi ruang pembelajaran yang mengintegrasikan kegiatan membaca, pemanfaatan bahan bacaan, dan pengenalan ilmu pengetahuan serta teknologi. Melalui kegiatan read aloud, pengerjaan tugas di ruang baca, pemutaran film sains, demonstrasi eksperimen, dan penggunaan alat peraga interaktif, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang beragam di luar lingkungan sekolah.

Perpaduan wisata literasi dan eksplorasi sains tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, kreativitas, serta semangat belajar siswa sejak dini. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dalam menghadirkan layanan edukatif yang mendukung pengembangan pengetahuan dan rasa ingin tahu generasi muda. (*)

Rabu, 21 Oktober 2026

Siswa SMKN 1 Bone Belajar Sains Interaktif di Layana Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Sebanyak 51 siswa kelas XI jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) SMKN 1 Bone mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (21/10/2026). Kunjungan edukasi ini bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan peserta didik melalui pengenalan layanan perpustakaan dan pembelajaran sains secara interaktif.

Rombongan diterima pustakawan yang bertugas di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Layanan, Megawati, menjelaskan proses pengolahan buku serta cara menemukan koleksi berdasarkan sistem klasifikasi. Pengenalan ini memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengelolaan bahan pustaka dan kemudahan penelusuran informasi sesuai kebutuhan.

Kepala UPT SMKN 1 Bone, H. Syamsuddin, menyampaikan bahwa kunjungan edukasi tersebut merupakan upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada berbagai koleksi dan layanan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi untuk menunjang pembelajaran.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, memandu demonstrasi sains berupa Gaya Sentripetal dan Semburan Naga. Setiap demonstrasi disertai penjelasan mengenai fenomena dan konsep ilmiah yang mendasarinya sehingga peserta dapat memahami sains melalui pengamatan langsung.

Antusiasme siswa terlihat ketika beberapa peserta mendapat kesempatan mencoba kembali percobaan yang telah diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, mereka melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan mengenali hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Keterlibatan langsung ini mendorong siswa untuk berani mencoba, bertanya, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.

Kegiatan berlanjut dengan pengenalan alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, siswa berkesempatan mengeksplorasi prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk yang lebih konkret. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa konsep sains dapat dipelajari melalui interaksi, pengamatan, dan praktik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Pengalaman belajar di PP-IPTEK juga memperkenalkan siswa pada pendekatan pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif peserta. Melalui demonstrasi dan percobaan, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengamati proses, memahami sebab dan akibat, serta menghubungkan penjelasan ilmiah dengan hasil yang mereka saksikan. Pendekatan ini menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan minat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bagi siswa jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, kunjungan ini turut memperluas wawasan mengenai pentingnya akses informasi dan layanan kepada masyarakat. Pengenalan pengelolaan koleksi perpustakaan serta pengalaman mengeksplorasi alat peraga sains memberikan gambaran tentang beragam bentuk layanan edukasi yang membutuhkan pengelolaan informasi, komunikasi, dan pelayanan yang baik.


Melalui kunjungan ini, siswa memperoleh pengalaman belajar yang memadukan literasi informasi dan eksplorasi sains. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk membaca dan menemukan sumber pengetahuan, tetapi juga menyediakan ruang pembelajaran edukatif yang mendorong peserta didik memperluas wawasan melalui pengalaman langsung.

Selasa, 20 Oktober 2026

Dari Koleksi Buku hingga Peraga Sains, Mahasiswa Unhas Belajar di Perpustakaan Sulsel


MAKASSAR — Sebanyak 30 mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Hasanuddin (Unhas), didampingi dua dosen, mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (20/10/2026). Kunjungan literasi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk mengenal secara langsung pengelolaan perpustakaan, pemanfaatan sumber informasi, serta berbagai upaya peningkatan minat baca masyarakat.

Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Feby memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat serta menjelaskan peran perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyediakan sumber informasi dan mendukung pengembangan pengetahuan.


Ketua Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unhas, Prof. Dr. Muh. Akbar, M.Si., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi. Melalui kunjungan literasi, mahasiswa diharapkan dapat memahami praktik penyelenggaraan layanan perpustakaan dan pengelolaan informasi secara langsung.

Dalam rangkaian kunjungan, mahasiswa mendatangi Layanan Deposit untuk mempelajari pengelolaan koleksi deposit daerah. Mereka memperoleh penjelasan mengenai proses penghimpunan, pelestarian, dan penyediaan berbagai terbitan yang menjadi bagian dari koleksi deposit Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan. Layanan ini berperan dalam menjaga ketersediaan sumber informasi dan melestarikan dokumentasi terbitan yang berkaitan dengan daerah.


Di Layanan Perpustakaan Umum, mahasiswa mengikuti kegiatan edukasi dengan membaca koleksi yang tersedia dan menyusun resensi buku sebagai bagian dari tugas pembelajaran. Mereka juga mendapatkan penjelasan dari pustakawan mengenai pengorganisasian koleksi berdasarkan sistem klasifikasi untuk memudahkan pemustaka menemukan bahan bacaan sesuai kebutuhan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat melihat penerapan pengelolaan koleksi sekaligus upaya perpustakaan dalam mendorong minat baca masyarakat.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Kegiatan diawali dengan demonstrasi sains yang dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin. Melalui demonstrasi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada pembelajaran sains secara interaktif melalui percobaan dan penjelasan berbagai fenomena ilmiah.

Mahasiswa juga berkesempatan mencoba sejumlah alat peraga interaktif, di antaranya Tebak Tanggal Lahir, Katrol, Menurun ke Atas, Bola Listrik, Gorden Otomatis, Panel Surya, Tunjuk Warna, Harpa Tanpa Dawai, Energi dan Daya, serta Gyro Ekstrem. Pengalaman ini memberikan gambaran mengenai pemanfaatan alat peraga sebagai media pembelajaran yang menggabungkan pengamatan, praktik, dan pemahaman konsep ilmu pengetahuan.


Kunjungan ke layanan perpustakaan umum, layanan deposit, dan PP-IPTEK memberikan pengalaman pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai beragam fungsi perpustakaan. Selain sebagai pusat informasi dan pelestarian pengetahuan daerah, perpustakaan juga berperan dalam pengembangan budaya baca serta penyediaan sarana pembelajaran sains yang edukatif dan interaktif bagi masyarakat. (*)

Jumat, 09 Oktober 2026

Layanan PP-IPTEK DPK Sulsel Hadirkan Science Film Festival 2026 bagi 102 Santri Ummul Mukminin


MAKASSAR — Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu penyelenggara Science Film Festival (SFF) 2026 yang berlangsung secara hibrida pada 6–14 Oktober 2026. Kegiatan ini turut diikuti 102 santri Madrasah Tsanawiyah Swasta Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Makassar bersama 10 guru pendamping dalam rangkaian wisata literasi, Jumat (9/10/2026).

Rangkaian kunjungan diawali di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu. Para santri mengikuti kegiatan membaca dan membuat resensi buku, sekaligus memperoleh penjelasan dari pustakawan mengenai pengelolaan koleksi dan sistem klasifikasi bahan pustaka untuk memudahkan pemustaka menemukan bacaan yang dibutuhkan.

Kepala Madrasah, Isriani Djamaluddin, mengatakan kegiatan study tour kelas VII MTs tersebut bertujuan mengenalkan layanan perpustakaan, menumbuhkan minat baca, dan meningkatkan kecakapan literasi peserta didik. Melalui kunjungan ini, santri diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas dengan mengenal langsung fasilitas dan layanan perpustakaan.

Setelah kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke PP-IPTEK untuk mengikuti rangkaian SFF 2026 yang tahun ini mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia tersebut melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yakni Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan.

Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, memandu kegiatan yang diawali dengan pemutaran film sains berjudul Ayo Kita Rawat Bumi Kita. Film tersebut menjadi pengantar untuk mengenalkan isu lingkungan dan sains melalui media audio-visual, sekaligus mengajak peserta memahami pentingnya menjaga bumi melalui penyajian yang menarik dan mudah dipahami.


Pengalaman belajar kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi sains, meliputi Semburan Naga, Antigravitasi, Listrik Statis, Paperclip & Pepper Escape, dan Tornado dalam Botol. Setiap demonstrasi disertai penjelasan mengenai fenomena dan konsep ilmiah yang mendasarinya. Pendekatan interaktif ini memberi kesempatan kepada santri untuk memahami sains tidak hanya melalui penjelasan, tetapi juga melalui pengamatan terhadap percobaan secara langsung.

Antusiasme peserta terlihat ketika sejumlah santri mendapat kesempatan mencoba kembali percobaan yang telah diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, mereka melakukan percobaan, mengamati hasilnya, dan mengenali hubungan antara tindakan yang dilakukan dengan fenomena yang muncul. Keterlibatan langsung tersebut mendorong peserta untuk berani mencoba, bertanya, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai gejala ilmiah.


Kegiatan berlanjut dengan pengenalan alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, para santri berkesempatan mengeksplorasi prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk yang lebih konkret. Pengalaman ini sekaligus memperlihatkan bahwa konsep sains dapat dipelajari melalui interaksi, pengamatan, dan praktik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan PP-IPTEK dalam SFF 2026 memperkuat peran layanan tersebut sebagai ruang edukasi sains yang terbuka bagi masyarakat, khususnya peserta didik. Film sains, demonstrasi eksperimen, dan alat peraga interaktif menjadi pendekatan pembelajaran yang saling melengkapi untuk memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara edukatif dan menyenangkan.

Perpaduan wisata literasi dan eksplorasi sains dalam kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar di luar kelas bagi para santri. Mereka tidak hanya berlatih membaca dan menyusun resensi buku, tetapi juga memperoleh kesempatan menyaksikan film sains, mengamati eksperimen, serta mencoba alat peraga secara langsung. Melalui kegiatan ini, PP-IPTEK DPK Sulsel turut mendekatkan sains kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan minat belajar, kreativitas, dan keberanian untuk mengeksplorasi pengetahuan. (***)

Wisata Literasi Lazuardi Athaillah Makassar Padukan Budaya, Keuangan, dan Sains


MAKASSAR — Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu penyelenggara Science Film Festival (SFF) 2026 yang berlangsung secara hibrida pada 6–14 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan ini diikuti 20 siswa Lazuardi Athaillah Elementary Makassar bersama tiga guru pendamping dalam kunjungan wisata literasi, Jumat (9/10/2026).

Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya, Hj. Feby menyampaikan terima kasih atas kunjungan para siswa dan berharap kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar baru. Ia juga mendorong siswa memanfaatkan berbagai layanan perpustakaan untuk menambah wawasan dan mengembangkan pengetahuan di luar lingkungan sekolah.


Rangkaian wisata literasi diawali dengan kegiatan literasi keuangan bersama Kak Diah dan Kak Rina di ruang Layanan Lontara BI Corner. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada pentingnya memahami dan mengelola keuangan sejak dini. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menanamkan pengetahuan keuangan melalui pembelajaran yang sesuai dengan usia peserta didik.

Selanjutnya, para siswa mengikuti kegiatan literasi permainan tradisional yang dipandu Zahir Juana Ridwan. Kegiatan ini mengenalkan kembali beragam permainan tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya yang perlu diketahui dan dilestarikan oleh generasi muda. Selain menambah wawasan, pengenalan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami nilai-nilai budaya melalui pengalaman belajar yang beragam.

Kunjungan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Project-Based Learning (PjBL) atau pembelajaran berbasis proyek di Lazuardi Athaillah Elementary Makassar. Kepala Sekolah, Emi Hardiyanti, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi ini mendukung riset siswa kelas III mengenai permainan tradisional serta eksplorasi siswa kelas IV tentang energi listrik dan gaya (forces). Melalui pengalaman belajar di luar kelas, siswa diharapkan dapat memperkaya informasi dan memperoleh bahan pengamatan yang relevan dengan proyek pembelajaran mereka.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Layanan PP-IPTEK untuk mengikuti kegiatan SFF 2026 yang tahun ini mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia tersebut melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yakni Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan.

Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, memandu kegiatan yang diawali dengan pemutaran film sains berjudul Ayo Kita Rawat Bumi Kita. Film tersebut menjadi pengantar untuk mengenalkan isu lingkungan dan sains melalui media audio-visual sebelum siswa mengikuti demonstrasi dan percobaan secara langsung.


Setelah pemutaran film, para siswa mengikuti demonstrasi sains Semburan Naga, Antigravitasi, Listrik Statis, Paperclip & Pepper Escape, dan Tornado dalam Botol. Setiap demonstrasi disertai penjelasan mengenai fenomena dan konsep ilmiah yang mendasarinya. Melalui pendekatan interaktif, siswa tidak hanya menyaksikan percobaan, tetapi juga diajak memahami bagaimana berbagai fenomena sains dapat diamati melalui eksperimen sederhana.

Antusiasme peserta terlihat ketika sejumlah siswa mendapat kesempatan mencoba kembali percobaan yang telah diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, mereka melakukan percobaan dan mengamati hasilnya secara langsung. Pengalaman tersebut mendorong siswa untuk berani mencoba, mengajukan pertanyaan, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap fenomena yang mereka temui.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, siswa diajak mengenal berbagai prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi secara lebih konkret. Pengalaman ini juga membantu mereka menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan fenomena dalam kehidupan sehari-hari.

Perpaduan literasi keuangan, pengenalan permainan tradisional, kegiatan membaca, dan eksplorasi sains menjadikan kunjungan tersebut sebagai pengalaman belajar yang beragam bagi siswa. Setiap kegiatan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh informasi, mengenal budaya, memahami konsep pengetahuan, serta mengembangkan keberanian untuk mencoba dan bertanya.


Keterlibatan PP-IPTEK sebagai salah satu penyelenggara SFF 2026 sekaligus memperkuat peran layanan tersebut sebagai ruang edukasi yang mendekatkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada generasi muda. Melalui film sains, demonstrasi eksperimen, dan alat peraga interaktif, pembelajaran dihadirkan secara edukatif dan menyenangkan. Kegiatan ini juga melengkapi pengalaman wisata literasi di perpustakaan dengan eksplorasi sains yang mendukung kreativitas, rasa ingin tahu, dan pengembangan pengetahuan peserta didik.

Kamis, 08 Oktober 2026

Layanan PP-IPTEK Sulsel Gelar Science Film Festival, Siswa Al-Izhar Ikuti Wisata Literasi


MAKASSAR — Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu penyelenggara Science Film Festival (SFF) 2026 yang digelar secara hybrid pada 6–14 Oktober 2026. Kegiatan tersebut turut diikuti 60 siswa SD Islam Al-Izhar Cendekia Makassar bersama 10 guru pendamping dalam rangkaian wisata literasi, Kamis (8/10/2026).

Rombongan diterima Plt. Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Para siswa mengikuti kegiatan membaca dan membuat resensi buku, sekaligus mendapat penjelasan pustakawan mengenai pengelolaan koleksi dan sistem klasifikasi yang digunakan untuk memudahkan pemustaka menemukan bahan bacaan.


Kepala SD Islam Al-Izhar Cendekia Makassar, Dheby Kurnia R Hamizah, mengatakan wisata literasi tersebut bertujuan mengenalkan layanan perpustakaan, menumbuhkan minat baca, dan meningkatkan kecakapan literasi peserta didik.

Usai kegiatan literasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke PP-IPTEK untuk mengikuti rangkaian SFF 2026 yang tahun ini mengangkat tema Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia tersebut melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yakni Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan.


Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, memandu kegiatan yang diawali pemutaran film sains Ayo Kita Rawat Bumi Kita. Pemutaran film menjadi pengantar bagi siswa untuk mengenal isu lingkungan dan sains melalui media audio-visual sebelum mereka mengikuti kegiatan praktik.

Setelah pemutaran film, siswa mengikuti demonstrasi Semburan Naga, Antigravitasi, Listrik Statis, Paperclip & Pepper Escape, dan Tornado dalam Botol. Demonstrasi disampaikan dengan pendekatan interaktif sehingga siswa tidak hanya menyaksikan percobaan, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai fenomena dan konsep sains yang melatarbelakanginya.

Antusiasme siswa terlihat ketika sejumlah peserta mendapat kesempatan mencoba kembali percobaan yang telah diperagakan. Dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK, siswa melakukan percobaan secara langsung dan mengamati hasilnya. Kegiatan tersebut memberi ruang kepada siswa untuk berani tampil, mencoba, bertanya, dan belajar dari pengalaman.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan alat peraga interaktif, di antaranya Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat tersebut, siswa diajak mengenal berbagai konsep ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cara yang lebih konkret dan menyenangkan.

Rangkaian kegiatan memadukan literasi membaca dengan literasi sains. Siswa tidak hanya membaca dan membuat resensi buku, tetapi juga menyaksikan film sains, mengikuti demonstrasi, serta berinteraksi langsung dengan alat peraga. Perpaduan tersebut membuat kunjungan menjadi pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga mendorong keingintahuan dan keberanian siswa untuk mencoba.


Kehadiran PP-IPTEK sebagai salah satu penyelenggara SFF 2026 sekaligus memperkuat peran layanan tersebut sebagai ruang edukasi yang memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat melalui berbagai pendekatan pembelajaran. Melalui film, demonstrasi, dan alat peraga interaktif, konsep sains dihadirkan lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari siswa.

Bagi peserta didik, kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar di luar kelas yang mempertemukan budaya membaca dengan eksplorasi sains. Sementara bagi PP-IPTEK, keterlibatan dalam Science Film Festival menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pembelajaran sains yang interaktif, edukatif, dan menyenangkan.