Rangkaian kegiatan outing class SDIT Cobig Makassar di Layanan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan berlanjut pada Kamis (29/10/2026). Sebanyak 73 siswa kelas II, didampingi tiga guru dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Makassar, mengikuti kegiatan edukatif yang memadukan literasi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Rombongan diterima Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perpustakaan, Hj. Feby Primajanti Thamrin Tantu, di Layanan Perpustakaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan. Para siswa diperkenalkan dengan beragam layanan perpustakaan dan pemanfaatan ruang baca sebagai sarana belajar, mencari informasi, serta memperluas wawasan di luar lingkungan sekolah.
Kunjungan ini merupakan gelombang kedua dari empat rangkaian kunjungan SDIT Cobig Makassar yang berlangsung mulai Rabu (28/10/2026) hingga Selasa (3/11/2026). Kepala Sekolah SDIT Cobig Makassar, Ibnu Amar Sudino, sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti secara bertahap dengan jumlah peserta yang berbeda pada setiap gelombang. Secara keseluruhan, empat gelombang kunjungan melibatkan 286 siswa.
Setelah mengenal layanan perpustakaan, siswa melanjutkan kegiatan ke Layanan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK). Dipandu Kepala Seksi Layanan PP-IPTEK, Hj. Sri Wahyuni Djamaluddin, kegiatan diawali dengan pemutaran film sains The Magic Compost. Tayangan tersebut memperkenalkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui cerita dan visual yang menarik bagi anak-anak.
Pemutaran film ini merupakan bagian dari Science Film Festival (SFF) 2026 yang mengangkat tema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Festival yang diinisiasi Goethe-Institut Indonesia tersebut melibatkan 70 kabupaten/kota dan menghadirkan 20 film sains dari tujuh negara, yakni Jerman, Belanda, Yunani, Kolombia, Argentina, Meksiko, dan Korea Selatan. Sebagai salah satu penyelenggara, PP-IPTEK Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan turut mendukung penyebarluasan pengetahuan sains melalui media film dan kegiatan edukatif.
Suasana belajar semakin interaktif ketika siswa menyaksikan demonstrasi sains berupa Air Ajaib, Klip Terapung, Perubahan Warna Air, dan Semburan Api Naga. Sri Wahyuni menjelaskan proses terjadinya setiap fenomena dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami. Demonstrasi tersebut memperlihatkan bahwa konsep ilmiah dapat dipelajari melalui percobaan langsung dan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi.
Siswa juga memperoleh kesempatan mencoba kembali sejumlah eksperimen dengan pendampingan pengelola PP-IPTEK. Mereka mengamati hasil percobaan dan mengikuti penjelasan mengenai fenomena yang muncul. Pengalaman ini memberikan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi, berani mencoba, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan alat peraga interaktif, seperti Bola Listrik, Gyro Extreme, Tirai Otomatis, Energi dan Daya, serta Tebak Tanggal Lahir. Melalui alat peraga tersebut, siswa dapat mengenali berbagai prinsip sains dan teknologi dengan cara yang lebih konkret. Pengalaman langsung ini menjadi pelengkap pembelajaran di kelas sekaligus menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan.
Kunjungan gelombang kedua ini menunjukkan bahwa layanan perpustakaan dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas daripada kegiatan membaca. Perpaduan pengenalan layanan, pemanfaatan ruang baca, film edukatif, demonstrasi sains, dan alat peraga interaktif membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar melalui berbagai cara.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong penguatan budaya literasi dan pengenalan sains sejak dini. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, para siswa beristirahat di area layanan BI Corner dan SiPeKAinge sambil menunggu jemputan. (*)






























